INDRAMAYU, KilasNusantara.id, – Sangat Antusias Ratusan warga masyarakat desa Cemara Memadati arak-arakan acara sedekah bumi yang telah di gelar oleh Kuwu Suparno Selaku Kuwu desa Cemara di halaman kantor desa pada hari Selasa 27/10/2026.
Pemerintah Desa (Pemdes) Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu menggelar Kirab Gunungan Sedekah Bumi.
Lebih lanjut Suparno berharap, melalui Sedekah Bumi ini desa dan masyarakatnya senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.
“Kami juga berdoa agar pertanian dan usaha warga Desa Cemara selalu diberi kelancaran, serta desa kita tetap rukun dan damai,” tambahnya.
Kegiatan pada hari pertama ini ditutup dengan ramah tamah dan hiburan rakyat. Rangkaian Sedekah Bumi akan dilanjutkan pada Rabu (28/10/2026) dengan acara inti tumpengan atau baritan.

Warga akan berkumpul membawa tumpeng dan makanan untuk doa bersama serta tahlilan yang dipimpin tokoh agama setempat, sebelum kemudian gunungan dan tumpeng dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
“Tradisi Sedekah Bumi sendiri telah lama dilaksanakan secara turun-temurun di Desa Cemara sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi dan harapan akan musim tanam yang mendatang.
Melalui kirab gunungan dan tumpengan, diharapkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap terjaga di tengah generasi muda.,” tandasnya.
Acara yang diikuti para pamong desa, kader PKK, karang taruna, serta ratusan warga ini diawali dengan berkumpulnya masyarakat di Balai Desa Cemara sebelum mengarak gunungan hasil bumi keliling kampung.

Dalam kirab tersebut, warga membawa gunungan berisi tumpeng nasi kuning, hasil panen padi, jagung, sayur mayur, dan aneka buah-buahan yang dihias menarik.
Irama musik tarling dan teriakan semarak warga mengiringi sepanjang jalur kirab, mulai dari Balai Desa melewati jalan-jalan utama kampung hingga kembali ke titik awal.
Kuwu Desa Cemara Suparno, dalam pidatonya mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil panen yang diberikan Allah SWT.
“Kami bersyukur, hasil bumi tahun ini melimpah. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antar warga, sekaligus melestarikan budaya leluhur yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.



















