Lapas Kelas IIA Kuningan Mengadakan Media Gathering Tuk Mempererat Sinegritas Dengan Awak Media Dan Genjot Program Warga Binaan & Mantan Napi Jadi Insan Siap Kerja Mandiri

Kuningan, KilasNusantara.id, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus berinovasi dalam menjalankan fungsi pembinaan. Tak sekadar menjadi tempat penahanan, Lapas Kuningan kini bertransformasi menjadi kawah candradimuka yang mencetak warganya menjadi insan mandiri dan siap kerja.

Dalam semangat membangun keterbukaan, kebersamaan, serta saling memahami tugas dan peran masing‑masing,

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan menggelar kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Aula kantornya, Selasa 22/9/2026.  pukul 09.00 WIB.

Acara ini bertujuan erat mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama dan sinergitas yang telah terjalin baik antara pihak Lapas Kuningan beserta segenap insan pers dan media yang bertugas meliput di wilayah ini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA  Kuningan, Eries Sugianto, yang telah memangku amanah jabatan ini selama sekitar satu bulan atau tepatnya 32 hari, terhitung sejak pelaksanaan serah terima jabatan yang berlangsung pada tanggal 20 Agustus 2026.

Dalam kesempatan pertemuan akrab ini, beliau memaparkan arah kebijakan, rencana kerja, serta langkah‑langkah nyata yang sedang dan akan dilaksanakan — terutama dalam rangka menyusun sekaligus menggenjot pelaksanaan berbagai pembaruan, inovasi, serta program unggulan yang telah disusun dalam kerangka 90 Hari Kerja Pertama, salah satunya adalah pengembangan dan peningkatan mutu hasil karya warga binaan berupa ketahanan pangan.

Program tersebut disampaikan Kepala Lapas Kuningan dalam kegiatan Media Gathering bersama sejumlah awak media. Pengembangan peternakan direncanakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas Kuningan.

Selain diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan, program peternakan sapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Mereka nantinya dapat terlibat langsung dalam kegiatan peternakan sekaligus memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan keterampilan kepada warga binaan agar memiliki bekal dan kemampuan untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas.”

Program tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni membantu penguatan ketahanan pangan sekaligus menciptakan pembinaan berbasis keterampilan dan kemandirian.

Di sisi lain, Lapas Kuningan juga terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan kapasitas sumber daya manusia pegawai.

Peningkatan kualitas layanan dinilai penting untuk mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin baik.

Tantangan lain yang dihadapi Lapas Kuningan adalah persoalan kapasitas hunian. Saat ini jumlah warga binaan mencapai sekitar 460 orang,

sementara kapasitas ideal hunian berada di kisaran 200 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kelebihan penghuni yang cukup signifikan.

Meski demikian, Lapas Kuningan terus berupaya menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif.

Pengembangan peternakan sapi diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan pembinaan yang tidak hanya berorientasi selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat.