INDRAMAYU, KilasNusantara.id, 8/8/2026. – Tiga siswa SDN 4 Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diketahui tidak masuk sekolah selama berhari-hari.
Ketiganya bukan putus sekolah. Mereka masih tercatat sebagai siswa, namun tidak mau berangkat sekolah.
Kondisi ini membuat pihak sekolah melapor ke Forkopimcam Kedokan Bunder. Polisi, pemerintah kecamatan, pendamping PKH, pemerintah desa hingga pihak sekolah kemudian mendatangi rumah masing-masing siswa.
Dari hasil penelusuran, alasan ketiganya tidak mau sekolah ternyata berbeda-beda. Ada yang terkendala kondisi orang tua yang tidak menetap di rumah, sementara ada pula yang memang bersikeras tidak mau sekolah ketika diminta berangkat oleh orang tuanya.
Ketiga siswa tersebut masing-masing duduk di kelas 4, 5 dan 6.
Kedatangan petugas diketahui untuk melakukan pendekatan dan membujuk mereka agar mereka mau kembali bersekolah.
Bahkan, sejumlah solusi disiapkan. Jika anak merasa tidak cocok dengan sekolahnya, pemerintah siap membantu proses perpindahan sekolah. Bagi keluarga yang mengalami kendala ekonomi dan memenuhi syarat, opsi Sekolah Rakyat juga ditawarkan.
Kapolsek Kedokan Bunder Ipda Eryana menegaskan, yang terpenting ketiga anak tersebut jangan sampai tidak mendapatkan pendidikan.
Sementara itu, Disdikbud Indramayu juga ikut memantau kasus ini. Jika upaya membujuk agar kembali ke sekolah reguler belum berhasil, pendidikan nonformal disiapkan sebagai alternatif.
Hal tersebut demi memastikan mereka tetap mendapat hak pendidikan demi masa depannya kelak saat dewasa.
#indramayu #indramayuupdate #siswa #sd #kedokanbunder



















