Direktur RSUD Dr Haryoto Lumajang Memberikan Klarifikasi Terkait Kronologi Penanganan Pasien yang Viral di Medsos

Oplus_131072

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Direktur RSUD Dr Haryoto Lumajang turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum/almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.Sehubungan dengan informasi yang beredar di media sosial dan melalui kanal sambat bunda mengenai pelayanan terhadap pasien, bersama ini kami menyampaikan kronologi penanganan pasien berdasarkan rekam medis, dokumentasi pelayanan, dan hasil penelusuran internal sebagai berikut.

Kronologi Kejadian Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Haryoto pada pukul 00.32 WIB dengan keluhan utama berupa pusing berdenyut sejak sehari sebelumnya, disertai mual, muntah, badan lemas, serta penurunan nafsu makan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga IGD, pasien memperoleh penanganan medis sesuai kondisi klinis saat itu. Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan riwayat maupun tanda batuk darah.Setelah kondisi pasien dinilai stabil, pasien dipindahkan ke Ruang Melati untuk menjalani perawatan lanjutan pada sekitar pukul 03.00 WIB lalu dilakukan pemeriksaan dasar diruangan.

Beberapa saat setelah berada di ruang perawatan, keluarga menyampaikan kepada petugas bahwa pasien meminta agar pasien diberikan terapi asap.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, perawat segera melakukan pengkajian terhadap kondisi pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saturasi oksigen pasien berada pada angka 99%, yang menandakan oksigenasi masih dalam batas normal. Perawat juga melakukan penelusuran terhadap instruksi terapi dari Dokter Jaga dan tidak ditemukan advis pemberian terapi nebulizer.

Perlu kami sampaikan bahwa terapi nebulizer merupakan tindakan medis yang diberikan berdasarkan indikasi klinis tertentu serta atas pertimbangan dokter. Keluhan sesak napas tidak selalu memerlukan nebulizer, karena penyebab sesak dapat berbeda-beda pada setiap pasien. Pemberian nebulizer tanpa indikasi yang sesuai tidak selalu memberikan manfaat, bahkan pada kondisi tertentu dapat berisiko memperburuk keadaan pasien.Sekitar pukul 05.00 WIB, keluarga kembali melaporkan kepada petugas bahwa pasien mengalami batuk darah. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan bahwa pasien mengalami muntah darah segar, bukan batuk darah seperti yang disampaikan sebelumnya.

Oplus_131072

Petugas segera memberikan pertolongan medis, melakukan penilaian kondisi pasien secara cepat, memasang monitor elektrokardiografi (ECG) untuk memantau aktivitas jantung. Dalam proses penanganan tersebut, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran yang sangat cepat. Hasil pemantauan menunjukkan pasien mengalami henti jantung, sehingga tim medis segera melakukan tindakan kegawatdaruratan.
Tim medis segera melaksanakan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai prosedur kegawatdaruratan, termasuk melakukan pijat jantung sebanyak dua siklus. Namun, meskipun seluruh upaya penyelamatan telah dilakukan sesuai standar pelayanan medis, pasien tidak dapat diselamatkan.

Sekitar pukul 05.30 WIB, pasien dinyatakan meninggal setelah seluruh upaya resusitasi dan penanganan kegawatdaruratan sesuai standar pelayanan medis dinyatakan tidak berhasil.

Klarifikasi Rumah Sakit
RSUD Dr. Haryoto memahami duka dan kesedihan yang dirasakan keluarga atas kejadian ini. Rumah sakit juga memahami bahwa situasi tersebut dapat menimbulkan berbagai pertanyaan.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, seluruh petugas telah melaksanakan pelayanan sesuai kewenangan, kompetensi, dan standar operasional prosedur yang berlaku. Setiap keputusan terapi dilakukan berdasarkan hasil pengkajian kondisi klinis pasien, pemeriksaan objektif, serta instruksi dokter yang bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien.

Kami tetap berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap setiap kejadian sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Apabila keluarga masih memerlukan penjelasan lebih lanjut, RSUD Dr. Haryoto membuka ruang komunikasi melalui mekanisme pelayanan pengaduan agar informasi dapat disampaikan secara utuh, jelas, dan berdasarkan data medis yang tersedia.
RSUD Dr. Haryoto “salam sehat dari Haryoto”
(Dhr)