Program GILING Hadir di Pasar Tumaritis, Lapas Kuningan Perluas Pemasaran Produk Karya Warga Binaan

KUNINGAN, KilasNusantara.id, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus berupaya meningkatkan pemasaran hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui Program GILING (Giatja Keliling).

Kali ini, pemasaran produk hasil karya WBP dilaksanakan di Pasar Tumaritis, Kota Cirebon, Sabtu (11/07).

Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta staf Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk hasil pembinaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi program pembinaan yang diselenggarakan di Lapas Kelas IIA Kuningan.

Melalui mobil GILING (Giatja Keliling), Lapas Kuningan memasarkan berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan, di antaranya 55 buah selada bokor, 16 buah melon, 25 buah pepaya, dan 5 buah peci.

Seluruh produk merupakan hasil budidaya pertanian dan pembinaan keterampilan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa Program GILING merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Kuningan dalam memperluas akses pemasaran produk hasil pembinaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi keterampilan yang dimiliki warga binaan.

“Program GILING menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat secara lebih luas.

Kami berharap produk-produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan di Lapas mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bernilai jual,” ujar Sukarno Ali.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap produk yang dipasarkan cukup tinggi, terutama komoditas pertanian seperti selada bokor, melon, dan pepaya yang dinilai segar, berkualitas, serta layak konsumsi.

“Respons positif dari masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas hasil pembinaan dan memperluas pemasaran melalui Program GILING.

Dengan demikian, produk karya warga binaan semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi keberlangsungan program pembinaan kemandirian,” ungkap Kepala Seksi Kegiatan Kerja.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan berharap Program GILING dapat terus menjadi media promosi yang efektif dalam memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat, meningkatkan daya saing produk, serta mendukung terwujudnya pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.