BENGKULU TENGAH, Kilasnusantara.id — Kondisi jalan kabupaten lintas Pagar Agung, Kecamatan Meriggi Sakti,Kabupaten Bengkulu Tengah kini dinilai sangat memprihatinkan dan membahayakan nyawa penggunanya. Jalan yang menjadi satu-satunya akses penghubung warga untuk mengangkut hasil bumi dan aktivitas perekonomian sehari-hari itu kini hampir hancur total,warga meminta pihak pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan,setidaknya penambalan sementara sebelum menelan korban jiwa.
Berdasarkan pantauan langsung Tim awak media di lokasi,badan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut sudah terkelupas parah. Permukaan aspal hampir hilang, digantikan hamparan batu dan kerikil yang berserakan di sepanjang jalan. Kerusakan terparah justru berada di area tanjakan,sehingga sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas. Tak hanya itu,saluran air (selokan) dan drainase di sepanjang jalan tertutup tanah dan puing-puing, sehingga tidak berfungsi dengan baik dan memperburuk kerusakan badan jalan saat hujan turun.
Keluhan ini disampaikan warga setempat,Amri (nama disamarkan), saat dikonfirmasi Tim awak media di lokasi.Ia bersama warga lainnya sudah lama menanti perbaikan namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak berwenang.
Jalan lintas Pagar Agung merupakan urat nadi perekonomian warga Kecamatan Meriggi Sakti dan sekitarnya,Lewat jalan ini warga setiap hari mengangkut hasil bumi seperti hasil panen pertanian, perkebunan,dan kebutuhan pokok masyarakat ke pasar maupun ke pemukiman.Kerusakan jalan yang parah ini sangat menghambat kelancaran arus lalu lintas,memperlambat distribusi barang, dan meningkatkan biaya transportasi warga.
Kondisi jalan yang rusak ini semakin berbahaya terutama pada malam hari,karena jarak pandang terbatas dan permukaan jalan yang tidak rata serta penuh batu kerikil sangat berisiko menyebabkan kecelakaan.Jika dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa,baik pengendara sepeda motor maupun pengemudi kendaraan lainnya. Selain itu,saluran air yang tersumbat akan menyebabkan air hujan menggenang di badan jalan, yang akan mempercepat kerusakan jalan menjadi semakin parah dan menambah biaya perbaikan di masa mendatang.
“Kami sangat berharap pihak pemerintah dan dinas terkait dapat melihat langsung kondisi jalan ini. Setidaknya lakukan penambalan sementara atau tampal sulam sebelum terjadi kecelakaan yang memakan korban. Jalan ini adalah nyawa kami untuk mencari nafkah,” ujar Amri dengan nada prihatin.
Hingga berita ini diturunkan,belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah terkait rencana perbaikan jalan tersebut.Tim Awak media terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.Ruang tanggapan tetap terbuka bagi seluruh pihak untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan terkait masalah ini.
Pewarta : Red Bengkulu,




















