TAKALAR, KilasNusantara.id – Kondisi bangunan di SD Negeri 13 Bontolebang di Moncongkomba, Kecamatan Polsel, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, (21/05/2026), kini memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Sejumlah ruang kelas terlihat rapuh akibat termakan usia, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para guru maupun orang tua siswa terhadap keselamatan peserta didik saat berada di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 13 Bontolebang, H. Syarifuddin atau yang akrab disapa Haji Leo, mengatakan kepada wartawan bahwa terdapat sedikitnya empat ruang kelas yang kondisinya sudah sangat parah dan membutuhkan perhatian segera dari pihak terkait.
Menurutnya, kerusakan bangunan terjadi hampir di seluruh bagian sekolah. Atap, plafon, kusen, hingga sejumlah perabot sekolah disebut telah dihinggapi rayap dan mengalami pelapukan akibat usia bangunan yang sudah tua. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak lagi nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.

Ia mengaku sangat khawatir apabila sewaktu-waktu terjadi runtuhan bangunan yang dapat membahayakan keselamatan anak didiknya. Kekhawatiran itu semakin besar ketika cuaca buruk melanda, sebab beberapa bagian bangunan terlihat sudah tidak kokoh dan berisiko roboh kapan saja.
Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar bangunan sekolah ini segera diperbaiki. Keselamatan siswa adalah hal yang paling utama,” ungkap H. Syarifuddin saat ditemui wartawan di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah bersama masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan renovasi terhadap bangunan SD Negeri 13 Bontolebang. Dengan adanya perbaikan, proses belajar mengajar diharapkan dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.
(Jufri Daengkulle)


















