PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Harapan warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, untuk memiliki infrastruktur jalan yang layak akhirnya menemukan titik terang. Dalam kegiatan reses yang digelar pada Jumat (5/12/2025), Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, memastikan bahwa pembangunan ruas jalan sepanjang 1,3 kilometer di wilayah tersebut telah resmi masuk dalam APBD 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp3 miliar.
Kegiatan reses yang berlangsung di halaman terbuka Desa Ciparakan itu dipadati puluhan warga. Mereka hadir dari berbagai dusun, membawa harapan sekaligus kegelisahan yang telah lama dirasakan, terutama mengenai akses jalan desa yang sudah bertahun-tahun rusak dan kerap membahayakan aktivitas warga saat musim hujan.
Reses Berlangsung Interaktif, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur dan Pertanian
Sejak awal acara, suasana dialog berjalan hangat. Warga tidak segan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kondisi jalan yang retak dan berlubang, saluran irigasi yang tidak stabil, Pendidikan hingga kebutuhan bantuan sarana pertanian.
“Air sering tidak stabil, kadang terlalu sedikit, kadang meluap. Kami berharap adanya perbaikan saluran irigasi,” ungkap Jufran, salah satu tokoh masyarakat, saat sesi diskusi berlangsung.
Bagi warga Ciparakan, persoalan jalan bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi sudah menyentuh aspek keselamatan dan ekonomi. Jalan rusak telah menyulitkan petani membawa hasil panen, pelajar menuju sekolah, hingga warga yang harus mengakses fasilitas kesehatan.
Proyek Jalan Tunggilis–Ciparakan–Jembatan Sintok Dipastikan Dimulai 2026
Menjawab aspirasi warga, Asep Noordin menyampaikan kabar yang disambut tepuk tangan: pembangunan jalan Tunggilis–Ciparakan hingga Jembatan Sintok akan direalisasikan mulai 2026.
“Di Desa Ciparakan ada trek sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer yang akan kita tuntaskan dari Ciparakan hingga Jembatan Sintok. Program ini sudah masuk APBD 2026,” tegas Asep di hadapan warga.
Ia menjelaskan, anggaran Rp3 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pengaspalan, tetapi juga mencakup penanganan struktur pendukung mengingat kontur tanah di wilayah tersebut cukup curam dan rawan longsor. Perbaikan secara komprehensif diperlukan agar pembangunan tidak hanya selesai cepat, tetapi juga kuat dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Komitmen DPRD: Aspirasi Tak Berhenti pada Seremonial
Dalam kesempatan itu, Asep menegaskan bahwa reses bukan sekadar kegiatan formal anggota DPRD di daerah pemilihan. Ia menegaskan bahwa setiap suara warga akan menjadi bahan pertimbangan resmi dalam penyusunan kebijakan dan arah pembangunan daerah.
“Semua aspirasi warga menjadi catatan penting bagi kami di DPRD. Kami hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat diperjuangkan dan diwujudkan melalui program pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain program yang sudah diputuskan dalam APBD 2026, Asep juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan lain yang mendesak. Masukan tersebut akan dipertimbangkan untuk anggaran perubahan atau direncanakan ulang dalam APBD tahun berikutnya.
Warga Sambut Optimis, Infrastruktur Jadi Pintu Kemajuan Desa
Rencana pembangunan jalan disambut optimisme oleh masyarakat. Warga meyakini jalan yang baik akan memperlancar aktivitas harian, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan peningkatan kunjungan wisata ke wilayah Kalipucang.
“Kalau jalannya bagus, banyak hal akan ikut berkembang. Kami berharap pembangunan ini benar-benar terealisasi,” ujar salah satu warga usai acara.
Penutup yang Hangat dan Penuh Harapan
Kegiatan reses diakhiri dengan diskusi tambahan dan ramah tamah antara warga dengan Ketua DPRD, menciptakan suasana akrab dan penuh harapan. Bagi masyarakat Ciparakan, hari itu bukan sekadar pertemuan, tetapi awal dari perubahan besar yang telah lama mereka nantikan.
Dengan masuknya proyek jalan Ciparakan ke agenda resmi pemerintah daerah, warga berharap proses pembangunan berjalan tepat waktu, transparan, dan memberi dampak nyata bagi kemajuan desa.
Sysfarras



















