Daerah  

Anggaran Miliaran Rupiah Program Revitalisasi Bantuan Pemerintah Rehabilitasi dan Pembangunan Di SMPN 7 Seluma Menjadi Sorotan Diduga Minimnya Pengawasan Pekerja Abaikan K3,

Kabupaten Seluma, KilasNusantara.id — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun anggaran 2025 di SMPN 7 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu,diduga mengalami minimnya pengawasan dari pihak Panitia Pelaksana dan yang terkait lainnya.Pembangunan tersebut menyita perhatian publik karena bersumber dari Dana APBN yang cukup fantastis mencapai kurang lebih hampir 2 miliar Tahun Anggaran 2025.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 7 Seluma yang diduga mengalami minimnya pengawasan.diduga dari Pihak sekolah dan panitia pelaksana proyek dan pihak terkait Tahun Anggaran 2025,yang berlokasi di SMPN 7 Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma,Provinsi Bengkulu.16/9/25,

Kuat Dugaan bahwa minimnya dalam pengawasan dapat berpotensi pekerja dikerjakan asal jadi dan kualitas ketahanan fisik bangunan tersebut patut dipertanyakan.Dalam pelaksanaan Pembangunan diduga tidak dilengkapi dengan APD/K3 yang memadai untuk pekerja.

Berdasarkan hasil pantauan investigasi awak media di SMPN 7 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, pada Sabtu tanggal 13/9/25,terlihat para tukang yang bekerja diduga tidak dilengkapi dengan APD/K3. Penerapan K3 diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Pembangunan diduga tidak dilengkapi dengan APD/K3 yang memadai untuk pekerja.Para pekerja diduga tidak menggunakan APD/K3 saat melakukan aktivitas, Kualitas ketahanan fisik bangunan tersebut patut dipertanyakan.

Saat dimintai keterangan kepala tukang,yang sedang berada di lapangan terkait APD/K3 memang tidak yang penting saya hanya mengkordinir para pekerja yang ada,Untuk upahnya sistem hari namun saya kurang paham berapa upahnya kalau kata pak ketua tidak sistem borongan,untuk sepatu dikasih untuk beberapa Minggu kemaren tapi malah,saya hanya mengkordinir di beberapa gedung ada kurang lebih 6 gedung baik Rehabilitasi dan juga bangunan baru seperti toilet yang ada di depan itu masih pekerja kita yang ngerjakan,tapi anggaran beda, terkait masalah gaji dan APD/K3 itu Saya kurang paham.

Lebih lanjut Tim awak media mencoba untuk konfirmasi terhadap pekerja yang sedang merakit besi untuk posisi susunan cincin besi tiang kolom sudah standar aturan dari jarak rangkaian besi cincin yang telah di rakit ukuran jarak 15 cm sesuai ukuran dalam gambar harus 15 Cm tidak kurang Tidak lebih,termasuk gedung ini pun juga di bangun namun sementara di pakai dulu untuk tempat material,paparnya.

Dengan adanya dugaan temuan tersebut,awak media mencoba untuk konfirmasi kepada konsultan Pengawas,akan tetapi pihak pengawas tidak ada di tempat,juga upaya untuk konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 7,namun beliau pun sedang tidak berada di tempat.

Mendapatkan keterangan dari kepala tukang bahwa ada ketua, dalam pelaksanaan pembangunan tersebut,awak media telah berupaya untuk konfirmasi terkait pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sedang dikerjakan di SMPN 7 Seluma tersebut,demi perimbangan dalam pemberitaan,berhubungan beliau tidak berada dilapangan,lalu awak media langsung menuju di kediaman pribadinya,namun beliau pun tidak berada di rumah, hanya bertemu dengan istrinya katanya istrinya beliau lagi kelapangan, dan awak media meminta Nmr kontak WhatsApp nya,diberikan oleh istrinya,lalu di hubungi melalui Via pesan WhatsApp,terkait pengawasan dan APD/K3 para pekerja.

Assalamualaikum dang izin saya Adi dari media dan kawan dari media,tadi Kita kelokasi sekolah SMP negeri 7 melihat kegiatan dan sekarang lagi mampir di rumah dang kata Ayuk dang lagi ke Sekolah terima kasih,namun belum ada jawaban.

Lebih lanjut awak media kembali mencoba untuk konfirmasi terkait kegiatan revitalisasi pembangunan di SMP Negeri 7,assalamualaikum Dang,kita dari media izin tadi kita kelokasi pekerja dan kita lihat diduga para pekerja tidak dilengkapi APD/K3 kata Kepala tukang,dang sebagai ketua pelaksana di lapangan dan pengawas,dan kami langsung menuju ke rumah dang tujuan untuk konfirmasi,terkait pengawasan namun dang lagi tidak ada di rumah.

Seharusnya APD/K3 itu adalah hal utama yang harus di perhatikan, dalam pelaksanaan pembangunan izin jawaban dan klarifikasi terkait dengan APD/K3,terima kasih, dengan singkat ia menjawab semua sudah di kasih,sembari memberikan foto para pekerja saat peletakan batu pertama pondasi Dengan adanya dugaan temuan tersebut,awak media mencoba untuk konfirmasi kepada konsultan Pengawas,akan tetapi pihak pengawas tidak ada di tempat baik pun kepala sekolah juga tidak berada di tempat,

Tidak berhenti di situ,Tim awak media mencoba untuk konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 7,ternyata Kepala Sekolah dan Konsultan pengawas sedang tidak ada di Sekolah,Red,langsung mendatangi kerumah diduga Sebagai ketua komite dan juga ketua panitia pelaksana untuk meminta keterangan,kata istrinya bapak di lapangan barusan berangkat.

Sampai berita ini di terbitkan belum dapat dikonfirmasi konsultan pengawas dan Kepala Sekolah,SMP Negeri 7,untuk dimintai keterangan terkait pekerjaan pembangunan di SMPN 7 kecamatan air Periukan,Kabupaten Seluma,masih terus diupayakan,

Dengan adanya dugaan temuan awak media diatas,agar kiranya pihak panitia pembangunan perwakilan dari kementerian pendidikan dasar dan menengah, Untuk memberikan teguran atau sangsi tegas serta dapat turun langsung ke lapangan yang berlokasi di SMPN 7,memantau proses pekerjaan,agar nantinya program pemerintah pusat tersebut dapat berjalan dengan baik.sehingga gedung sekolah tersebut dapat digunakan untuk jangka panjang.

Pewarta: Adi.S.

Editor Red Korwil Bengkulu,