BENGKULU, KilasNusantara.id — Lagi lagi dunia pendidikan di Provinsi Bengkulu jadi sorotan publik, terjadi di SMKN 1 Kota Bengkulu yang diduga pihak sekolah menahan rapor siswa kelas 3 karena belum bayar uang komite sekolah.
Pasalnya, murid kelas tiga bernama Zhean yang tinggal bersama ibu (Repa) sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu, Ibu Repa adalah tulang punggung keluarga dan pekerjaan ibu Repa adalah berkerja di salah satu Rumah makan di Kota Bengkulu, di karenakan faktor ekonomi.dilansir reformasiaktual.com.yang sangat memperhatikan seorang siswa Ibu tak mampu bayar uang komite berujung Rapor di tahan.
Ibu Repa merasa tidak mampu untuk membayar uang sekolah ( uang komite ) setiap satu bulan diduga mencapai.Rp.200. 000.rupiah yang sudah menunggak 4 bulan belum bayar sebesar. Rp.800.000,rupiah Pihak Sekolah SMKN 1 Kota Bengkulu,diduga telah menahan rapor Zhean kelas tiga SMKN 1 Kota Bengkulu.
Dengan terjadi nya diduga rapor di tahan,Zhean tidak bisa melihat kan hasil semesteran ke orang tuanya dan di katakan rapor nya harus di photo copy kan untuk syarat ujian akhir nanti.
Setelah itu kejadian dengan rasa panik dan bingung ibu zhean ( Repa ) takut anak nya tidak bisa ikut ujian dan mengadu dengan saudara nya bernama Ujang Mahmudin.
Mendengar laporan dari orang tua Zhean ( Repa ibu kandung zhean ) beliau lalu mendatangi Sekolah SMKN 1 Kota Bengkulu, guna untuk mempertanyakan alasannya kenapa Rapor Zhean tidak di berikan.
“Saya mendatangi pihak Sekolah dan bertemu wali murid Zhean kelas tiga ibu ayus” selanjutnya mempertanyakan rapor ponakan saya ( Zhean ) tidak di berikan dan katanya,raport tersebut untuk syarat ujian semesteran akhir harus di photo copy kan,”ucap ujang mahmudin kepada awak media.
Selanjutnya”pihak Sekolah menjelaskan kepada saya,Zhean kelas tiga belum bayar uang Sekolah ( uang komite ) empat bulan. Rp.800,000,- ungkap pihak sekolah.
Selanjutnya, Ujang Mahmudin,mengajak media reformasiaktual.com ke SMKN 1 kota Bengkulu guna untuk menemui wali murid Zhean ibu ayus,saat di konfirmasi beliau menyampaikan “saya wali murid pengganti dan sala satu prosedur ujian raport di photo copy,jelas ibu ayus. “Untuk kerangan lebih lanjut silakan ke temu bapak Kepala Sekolah saja,Jelasnya.
Lebih lanjut”Ujang Mahmudin menemui Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Bengkulu Ismael Harahap. bersama awak media untuk kejelasan buku raport diduga yang di tahan oleh pihak Sekolah.
Hal yang sama di pertanyakan oleh Ujang mahmudin, kenapa Rapor Zhean tidak berikan dan cuma di suruh photo copy saja, mempertanyakan Kepada Kepala Sekolah Ismael Harahap,”kata ujang mahmudin di ruang Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah SMKN 1 Ismael Harahap menjelaskan, dengan alasan buku raport di tahan,kita tidak berikan untuk semua murid ikut UKK,semuanya ikut ”jelas Kepsek,”
Beliau juga menambahkan pembayaran uang Sekolah ( uang komite ) Kepsek Ismael Harahap menjelaskan,setiap satu murid. bervariasi,ada Rp.200.000 ada 175.000 dan 150.000,setiap siswa,”ungkap Kepsek SMKN 1 di ruang kerjanya, 7-2-2025.
Di ketahui Dana BOS untuk siswa SMAN/SMKN pada tahun 2025 adalah. Rp.1.790.000 per siswa dan dalam peraturan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan no 75 tahun 2016 tentang komite Sekolah, maka komite Sekolah di larang melakukan pungutan dalam bentuk apapun. untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Hingga berita ini di terbitkan belum dapat di konfirmasi pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Bengkulu untuk dimintai keterangan,terkait dugaan adanya rapor salah satu murid di SMKN 1 kota Bengkulu di tahan pihak Sekolah.
Pewarta : Adi. S



















