Jelang 3 Bulan Menjabat Kapus Kuta Mbaru, Kucuran Dana Mencapai Hampir Rp. 200 Juta

KUTACANE, KilasNusantara.id – Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan di tingkat pertama.

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten atau kota seperti sedia kalanya Puskesmas Kuta Mbaru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

Jelang 3 Bulan Menjabat Kapus Kuta Mbaru, Kucuran Dana Mencapai angka cukup pantastis.

Diketahui Kepala Puskesmas (Kapus) Kuta Mbaru, Kecamatan Lawe Bulan, Jemi Setiawati membenarkan baru menjabat 3 bulan (Oktober, November dan Desember) 2024 kucuran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2024 Puskesmas Kuta Mbaru mencapai hampir Rp. 200 juta.

Dikatakanya, “untuk Dana BOK 2024 Puskesmas Kuta Mbaru yang saya tau bulan 10, 11 dan 12 di 2024 ini,” sebutnya melalui pangilan WhatApp saat konfirmasi Selasa (10/12/2024).

Lanjutnya, “Dana BOK 2024 diterima Puskesmas Kuta Mbaru Oktober sekitar Rp. 100 juta, November sekitar Rp. 60 juta, dan Desember sekitar Rp. 30 juta,”katanya.

Informasi diterima awak media ini dari Kapus tersebut, tenaga kesehatan atau jasa di Puskesmas Kuta Mbaru diketahui jumlah Pegawai 64, Bidan Desa 24.

Sementara itu, dikatakan Kapus Kuta Mbaru, tenaga Bakti 74 kategori timbul tengelam dalam arti jarang masuk dan sebagian sangat jarang pun tapi diduga namanya ada, dan yang Ikut akan Tes P3K yang sudah ditada tangani Kapus Jemi Setiawati 17 orang lebih dan aktif 30 orang.

Kesimpulan konfirmasi tersebut, kita menduga ada kejangalan pengelolaan anggaran Puskesmas Kuta Mbaru itu, karena tenaga jasa kesehatan bekerja jumlahnya cukup banyak tapi kenapa banyak yang tidak aktif.

Kami menduga oknum Kapus memanfaatkan data nama tenaga jasa kesehatan yang bekerja itu hanya demi kepentingan pribadi Oknum Kapus dan oknum tertentu saja.

Untuk menemukan titik terang dalam pengelolaan Dana BOK yang diduga ada kejangalan disinyalir data tenaga kesehatan juga tidak jelas, diminta Aparat Penegak Hukum (APH) Aceh Tenggara untuk melalukan penyelidikan terkait pengelolaan angaran Dana BOK Puskesmas Kuta Mbaru.

(Ris/AD)