PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Respons cepat dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran setelah menerima laporan mengenai kondisi Teguh (34 Tahun), warga RT 001 RW 014 Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran yang mengalami kecelakaan hingga harus menjalani amputasi pada salah satu jarinya.
Tim gabungan mendatangi kediaman Teguh pada Selasa (15/9/2026) untuk melakukan assesmen sosial dan verifikasi lapangan terkait pengajuan bantuan pasca musibah.
Kecelakaan tersebut menyebabkan tangan kanan Teguh mengalami cedera berat. Salah satu jarinya harus diamputasi, sementara jari lainnya menjalani pemasangan pen.
Kondisi itu membuat fungsi tangan kanannya mengalami keterbatasan. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan Teguh untuk kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Tim Rehabilitasi Sosial melakukan assesmen lapangan dipimpin langsung Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial (Dayalinjamsos) Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Rayi Pasya S.Sos.I.,M.Hum bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Pangandaran, Sunanto, yang diberi tugas, fungsi dan kewenangan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan assesmen terhadap Saudara Teguh. Verifikasi lapangan ini penting untuk melihat kondisi riil, memastikan keabsahan data, sekaligus mengukur dampak kecelakaan terhadap aktivitas dan kondisi perekonomian keluarganya,” kata Rayi saat ditemui di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, petugas berdialog langsung dengan Teguh dan keluarganya. Berbagai informasi digali, mulai dari kondisi pascakecelakaan, kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, hingga kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan hidup keluarga.
Hasil assesmen tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi atau bantuan yang dinilai paling sesuai dengan kondisi Teguh.
Rayi mengatakan, hasil assesmen selanjutnya akan diusulkan kepada Sentra Phalamartha Kementerian Sosial RI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Hasil asesmen ini kami usulkan ke Sentra Phalamartha Kemensos untuk melihat bantuan apa yang paling cocok. Saat ini proses assesmen sudah selesai dan kami sedang menunggu keputusan resmi dari pihak Kemensos,” ujarnya.
Menurut Rayi, pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat memperoleh persetujuan sehingga Teguh bisa mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya.
“Tentu kita semua berharap usulan bantuan ini dapat disetujui,” katanya.
Langkah cepat Dinsos PMD Pangandaran bersama Kementerian Sosial tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga yang mengalami musibah tidak berjalan sendiri. Bantuan diharapkan bukan hanya meringankan beban pascakecelakaan, tetapi juga membantu korban beradaptasi dengan kondisi baru dan kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Sysfarras




















