Telah terjadi pemukukan oleh sekolompok orang tidak di kenal kepada tukang obat tramadol bernama jafar, entah itu siapa
Kronologi tersebut datang sekelompok orang ke warung / toko aceh obat obatan yang ber alamat di jl mandalasari di dekat tahu sumedang.
Menurut ‘S’ (43) datang langsung cekcok menghantam saya tidak mau tau dan tau terhadap itu bukan mau nolongin di sisi lain juga kan tukang obat tramadol tersebut sangat meresahkan sekali apa lagi sekarang polsek cipatat diam saia dengan adanya tukang obat ini semoga ini menjadi pelajaran.
Warung obat ini ada tiga yang satu di
Jl cibogo di warung kios tpr
Jl mandalasari tahu sumedang
Jl cianjur sebelah kiri warung berwana ijo
Dan satu lagi di sebuah gubug di pos 4 arah saguling
Warung tersebut di kordinasikan oleh orang bernama ANDRE dan AMMER berwarga aceh serta bos besar mereka yang mengendalikan bernama RIZAL yaitu oknum anggota (B)
Pantas polsek cipatat diam saja setiap ada laporan masyarakat tentang obat obatan di cipatat ini yang sangat bebas ternyata di balik MAFIA obat tersebut adalah seorang oknum anggota (B)
Kronologi kejadian- Sekitar 2 minggu yang lalu banyak warga masyarakat meminta tolong kepada (Kodsa) untuk membubarkan penjualan toko obat tramadol di mandalasari, dikarenakan sebelumnya ada pembacokan kepada warga oleh pemuda yang mengkonsumsi tramadol di tempat tersebut.
– Kodsa selaku aparat disana tidak berkenan dikarenakan ada tudingan warga yg bilang bahwa warung tersebut di bekingi, sehingga setuju bersama masyarakat untuk mendatangi warung tramadol (orang aceh) tersebut.
– Pada tangga 31 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, warga masyarakat beserta kodsa mendatangi warung obat tramadol tersebut agar ditutup namun sodara jafar menentang sehingga terjadilah pemukulan terhadap penjual tamadol tersebut.
– Diketahui jafar mengalami patah rahang dan hidung yang di akibatkan pemukulan oleh warga masyarakat.
#Catatan.
– Yg punya warung obat Andre dan Ammer
– dibekingi polsek dan Pak rizal (B)
Semoga MUI ormas ke agamaan ikut mengawal kasus ini ke dinkes bpom serta satpoll agar kasus ini bisa langsung terdengar oleh gubernur bahkan pihak kepolisian tertinggi dan bisa bersih bersih di intansi nya sendiri AGAR MASYARAKAT BISA. PERCAYA TERHADAP INSTITUSI!!
(Aseh jurnalis Nasional Melaporkan)


















