Gandeng BRIN, Bang Pur Beri Pelatihan Budidaya Pisang Abaka di Lumajang

Oplus_131072

Lumajang – Kilas Nusantara.id – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, H. Muhammad Nur Purnamasidi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pelatihan budidaya dan pemanfaatan serat tanaman pisang Abaka kepada ratusan peserta yang hadir.

“Pelatihan budidaya dan pemanfaatan serat tanaman pisang abaka bisa dijadikan alternatif bagi petani di Lumajang, karena pisang abaka ini bernilai ekonomi tinggi dan masuk dalam komoditas pasar ekspor,” kata Bang Pur Senin (4/8/2025) di HALL Hotel Prima Sukodono Lumajang.

H. Muhammad Nur Purnamasidi yang akrab disapa Bang Pur menambahkan, jika serat Abaka banyak manfaatnya. Diantaranya, dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas berkualitas tinggi, uang kertas, industri telekomunikasi, industri otomotif, industri transportasi, serta kertas ringan udara seperti kertas teh celup dan tisu basah. Bahkan untuk merekatkan limbah kertas, butuh 60 persen serat abaka.

“Memang saya memahami jika petani di sini (Lumajang) sebagian besar diantaranya menanam pisang agung, kepok, dan Kirana, tapi ini berdasarkan penelitian tim BRIN tanah disini memiliki potensi untuk dikembangkan pisang Abaka ini,” jelasnya.

“Warga Lumajang bisa memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya pisang abaka ini. Contohnya, di pekarangan dekat rumah yang bisa ditanami pisang,” imbuh Bang Pur.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Dr. Heru Praptana, Sp mengatakan serat pisang Abaka merupakan tanaman dengan nama latin Musa textilis termasuk dalam famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.

Oplus_131072

“Bentuknya menyerupai pohon pisang, namun buahnya sangat kecil serta memiliki serat yang sangat kuat di bagian pelepahnya,” kata  Dr. Heru Praptana, Sp.

Ia juga mengungkapkan, jika kekuatan serat abaka yang dapat menjadi nilai tambah karena setelah diolah dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tali tambang kapal, karpet, maupun barang-barang souvenir seperti tas, sandal atau topi.

“Dengan potensi besar serat pisang Abaka, maka kami mulai melakukan penjajakan agar kedepannya bisa dikembangkan atau dibudidayakan di wilayah Lumajang,” pungkasnya.

Acara yang di gelar mulai pukul 13:00 WIB itu hingga selesai berjalan dengan lancar dan penuh dengan hikmat, kemudian terakhir di tutup dengan sessions tanya jawab dari para peserta yang hadir.

(Dhr)