KERINCI, KilasNusantara id — Program normalisasi Sungai Batang Merao skala besar yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Tahun Anggaran 2026 mendapat apresiasi dari masyarakat Kabupaten Kerinci.
Proyek yang didanai melalui APBN dengan nilai sekitar Rp21 miliar tersebut dinilai memberikan manfaat nyata dalam mengurangi risiko banjir serta melindungi permukiman dan lahan pertanian masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Kegiatan normalisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam memperkuat pengendalian banjir di Kabupaten Kerinci.
Pekerjaan dilaksanakan oleh dua perusahaan, yakni PT Ponjen Emas dan CV Duta Panca Laksana, dengan total nilai pekerjaan sekitar Rp21 miliar.
Penanganan yang dilakukan mencakup normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta penguatan tebing sungai dengan panjang pekerjaan kurang lebih 2 kilometer.
Sementara itu, panjang keseluruhan Sungai Batang Merao diperkirakan mencapai sekitar 51 kilometer, sehingga masyarakat berharap program penanganan dapat terus dilanjutkan secara bertahap hingga menjangkau titik-titik lain yang masih rawan abrasi dan banjir.
Salah seorang tokoh masyarakat Tigo Luhah Tanah Sekudung menyampaikan rasa terima kasih kepada BWS Sumatera VI atas terlaksananya proyek tersebut.

Menurutnya, normalisasi Sungai Batang Merao menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kerap menghadapi ancaman banjir saat musim hujan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BWS Sumatera VI yang telah melaksanakan normalisasi Sungai Batang Merao dalam skala besar.
Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Kegiatan ini tidak hanya membantu melindungi permukiman dari ancaman banjir, tetapi juga menyelamatkan lahan persawahan masyarakat yang menjadi sumber mata pencaharian utama.
“Kami berharap program seperti ini terus berlanjut hingga seluruh kawasan rawan di sepanjang Sungai Batang Merao dapat ditangani,” ujarnya.
Menurut masyarakat, sebelum adanya normalisasi, luapan Sungai Batang Merao kerap mengancam permukiman dan menggenangi areal persawahan ketika curah hujan meningkat.
Dengan adanya pengerukan sedimentasi, penataan alur sungai, serta pembangunan tanggul, risiko banjir diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan produktif.
Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui BWS Sumatera VI terus melanjutkan program penanganan Sungai Batang Merao secara bertahap, mengingat panjang sungai mencapai sekitar 51 kilometer, sementara penanganan tahun ini baru mencakup sekitar 2 kilometer.
Dengan keberlanjutan program tersebut, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Kerinci.
(Dominaldi)



















