Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua NCW Bekasi Raya: Korupsi Adalah Pengkhianatan terhadap Nilai-Nilai Pancasila

Kota Bekasi – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial yang dipenuhi upacara, slogan, dan pemasangan atribut kebangsaan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk menilai sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar diwujudkan dalam kehidupan bernegara.

Tahun 2026, tema Hari Lahir Pancasila yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” mengandung pesan mendalam bahwa persatuan dan perdamaian hanya dapat terwujud apabila keadilan sosial, kemanusiaan, serta integritas dalam penyelenggaraan negara benar-benar ditegakkan.

Di tengah berbagai tantangan bangsa, praktik korupsi masih menjadi ancaman serius yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Ketika anggaran pendidikan diselewengkan, maka hak generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak telah dirampas. Ketika bantuan sosial tidak sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, maka nilai kemanusiaan dan keadilan telah dikhianati.

Begitu pula ketika jabatan diperdagangkan, kekuasaan digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu, atau kebijakan publik dibuat tanpa mengutamakan kepentingan rakyat, maka semangat persatuan Indonesia turut terancam. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan terus menurun apabila praktik-praktik tersebut dibiarkan berlangsung.

Karena itu, Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa seluruh penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap kebijakan dan penggunaan anggaran negara. Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat harus menjadi prinsip utama dalam tata kelola pemerintahan.

Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan publik. Budaya kritis, keberanian melaporkan dugaan penyimpangan, serta kepedulian terhadap penggunaan anggaran negara merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di era modern.

Menjaga Pancasila hari ini tidak hanya berarti mempertahankan ideologi bangsa dari ancaman luar, tetapi juga melawan praktik korupsi yang secara perlahan menggerogoti kepercayaan rakyat dari dalam. Pancasila akan tetap kokoh apabila hukum ditegakkan secara adil, tanpa pandang bulu, dan anggaran negara benar-benar digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. (Indri )