Gema Takbir Dari Pangandaran: Yayasan Mutiara Sunnah Tebar 1.000 Hewan Kurban Hingga Pelosok Desa

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Suasana khidmat Iduladha 1447 Hijriah menyelimuti kawasan Masjid Mutiara Sunnah di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Sejak pagi, gema takbir berkumandang bersahutan, mengiringi dimulainya program “Semarak Tebar Hewan Kurban” yang digagas Yayasan Mutiara Sunnah Pangandaran.

Di bawah tenda sederhana yang dipenuhi semangat kebersamaan, para panitia dan relawan tampak sibuk menata jalannya kegiatan. Mulai dari kedatangan hewan kurban, pemeriksaan kesehatan, proses penyembelihan sesuai syariat, hingga pengemasan dan distribusi daging dilakukan secara tertib dan penuh kekeluargaan.

Tahun ini, Yayasan Mutiara Sunnah menargetkan penyaluran sekitar 1.000 hewan kurban berupa sapi dan kambing untuk masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok yang selama ini jarang tersentuh distribusi kurban.

Ketua Yayasan Mutiara Sunnah Pangandaran, Sidik Rifani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk amanah dari para shohibul qurban sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mulai dari kedatangan hewan, proses penyembelihan sesuai syariat, hingga penyaluran kepada masyarakat yang berhak menerima. Semoga menjadi keberkahan bagi para pequrban dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Sidik Rifani.

Tak hanya menyasar wilayah Pangandaran, distribusi daging dan hewan kurban juga menjangkau lintas daerah di dua provinsi. Untuk wilayah Jawa Tengah, penyaluran dilakukan hingga Kabupaten Cilacap. Sementara di Jawa Barat, distribusi difokuskan di sejumlah kecamatan seperti Padaherang, Banjarsari, dan Kalipucang.

Ratusan warga dari berbagai desa tampak antusias mendatangi lokasi pembagian. Sebagian rela datang sejak pagi demi mendapatkan paket daging kurban yang telah disiapkan panitia.

Bagi masyarakat, momentum Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momen mempererat kepedulian dan kebersamaan antarwarga. Senyum haru para penerima manfaat terlihat menghiasi setiap sudut lokasi pembagian.

Salah satu penerima manfaat, Parijo, warga Desa Karang Mulya, mengaku bersyukur atas bantuan hewan kurban yang diterimanya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya penuh haru.

Kegiatan sosial tersebut juga menjangkau desa-desa yang cukup jauh. Salah satunya Desa Sici Ganjang, yang mengirimkan perwakilan dari Masjid Al-Hidayah untuk menjemput dua ekor kambing kurban bagi warga di kampung mereka.

“Kami datang mewakili Masjid Al-Hidayah. Senang sekali bisa membawa pulang hewan kurban untuk masyarakat di desa kami. Terima kasih kepada para donatur dan Masjid Mutiara Sunnah,” ujar salah seorang perwakilan desa.

Di area pemotongan, para panitia yang mengenakan rompi oranye terlihat sigap menjalankan tugas masing-masing. Proses penyembelihan, pencacahan hingga pengemasan daging dilakukan secara rapi dan higienis menggunakan peralatan yang memadai. Kebersihan area kerja pun menjadi perhatian utama demi menjaga kualitas daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

Kehadiran komunitas “Pemuda Hijrah” turut menambah semarak kegiatan. Para pemuda tersebut bahu-membahu membantu proses distribusi dan pengemasan, menunjukkan sinergi positif antar generasi dalam menyukseskan ibadah kurban.

Melalui program “Tebar 1.000 Hewan Kurban” ini, Yayasan Mutiara Sunnah Pangandaran tidak hanya menyalurkan daging kurban, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi kepada masyarakat. Di tengah lantunan takbir yang menggema, kebahagiaan pun menyebar hingga ke pelosok desa.

(Syafarras)