SEKAYU, KilasNusantara.id — Lapas Sekayu bekerja sama dengan Puskesmas Balai Agung melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap dua orang warga binaan, Minggu 02/08/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Sekayu, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, sekaligus memastikan kondisi mental warga binaan tetap terjaga selama mengikuti proses pembinaan.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Balai Agung bersama petugas kesehatan Lapas Sekayu. Pemeriksaan meliputi observasi kondisi psikologis, konsultasi kejiwaan, serta evaluasi tingkat kecemasan dan perilaku warga binaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan jiwa, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan.
Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi mengatakan bahwa, kesehatan mental merupakan aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan proses pembinaan. Menurutnya, pelayanan kesehatan di lapas harus diberikan secara menyeluruh, baik terhadap kondisi fisik maupun psikologis warga binaan.
“Pemeriksaan kesehatan jiwa ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memenuhi hak warga binaan, atas pelayanan kesehatan yang komprehensif. Dengan kondisi mental yang sehat, mereka diharapkan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan lebih baik, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” kata Aris.
Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Fiqih Utama menjelaskan bahwa, pemeriksaan dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, agar warga binaan merasa nyaman selama proses berlangsung. Selain pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola stres, serta membangun pola pikir positif sebagai bekal selama menjalani masa pidana.
Melalui sinergi dengan Puskesmas Balai Agung, Lapas Sekayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan, baik fisik maupun mental. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif, sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal sesuai tujuan sistem pemasyarakatan.
( Amrayadi )



















