Pemkab Indramayu Dorong School Blue Food Guna Akselerasi Zero Hunger dan Berdayakan UMKM Pesisir

INDRAMAYU, KilasNusantara.id, 14/7/2026. – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus berkomitmen memperkuat inovasi pangan berbasis perikanan lokal.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam meningkatkan gizi anak, menekan angka stunting, membuka peluang usaha baru bagi UMKM, serta mendukung pencapaian SDGs 2030, khususnya tujuan Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

Arah kebijakan ini diperkuat oleh konsep School Blue Food yang digagas oleh Prof. Dr. Ir. Wini Trilaksani, M.Sc., Guru Besar Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, IPB University.

Konsep inovatif ini menempatkan ikan dan pangan akuatik tidak sekadar sebagai komoditas mentah, melainkan sebagai instrumen utama pemenuhan gizi, media edukasi konsumsi ikan sejak dini, serta motor penggerak hilirisasi ekonomi biru.

Gagasan School Blue Food dari guru besar IPB ini terejawantahkan di Kabupaten Indramayu yang memiliki stok ikan sangat melimpah.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi mengatakan, kolaborasi akademis ini merupakan momentum besar bagi wilayahnya yang kaya akan hasil laut.

“Pangan biru atau blue food memiliki nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Melalui pendekatan School Blue Food, kita tidak hanya mengenalkan produk olahan ikan yang aman, praktis, dan disukai anak-anak, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang menghubungkan nelayan, UMKM, dan institusi pendidikan,” tutur Prof. Wini.

mplementasi program ini juga mendapat dorongan kuat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University di Indramayu.

Kehadiran para mahasiswa menjadi ruang aksi nyata untuk memetakan persoalan di lapangan, memperkuat edukasi gizi, serta mendampingi UMKM dalam meningkatkan standar mutu produk agar lebih menarik dan bernilai jual tinggi.

Melalui sinergi multipihak, Pemerintah Kabupaten Indramayu, IPB University, pelaku UMKM, pembudidaya, hingga pengolah ikan sepakat untuk bergerak bersama.

Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pangan biru yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir Kota Mangga.