Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Bekasi Media kilasNusantara.id

Menjelang partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, suasana di Kota Bekasi mulai menunjukkan geliat yang berbeda. Aroma kompetisi memang terasa, namun hasil penelusuran di lapangan justru memperlihatkan bahwa yang sedang dipersiapkan bukan sekadar pesta sepak bola, melainkan sebuah pesta rakyat yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.

Wartawan yang melakukan pemantauan sejak beberapa hari terakhir di kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga menemukan aktivitas para pedagang, pelaku UMKM, hingga komunitas sepak bola lokal mulai bersiap menyambut ribuan warga yang diperkirakan akan memadati lokasi Festival Rakyat Nusantara 2026 sekaligus agenda nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi, Kodim 0507/Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB hingga pertandingan usai dini hari itu diperkirakan menjadi salah satu agenda publik terbesar di Kota Bekasi sepanjang tahun ini.

Di balik rivalitas Spanyol dan Argentina yang memancing perdebatan seru di kalangan pecinta sepak bola, muncul pemandangan menarik. Para tokoh daerah ternyata memiliki pilihan yang berbeda, namun justru memperlihatkan kedewasaan dalam menyikapi sebuah pertandingan olahraga.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, misalnya, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Timnas Spanyol. Bahkan ia memastikan akan hadir mengenakan jersey La Furia Roja saat menghadiri nobar tersebut.

Menurut Sardi, setelah Argentina berhasil mengangkat trofi pada Piala Dunia 2022, kini saatnya Spanyol kembali merebut mahkota sepak bola dunia.

> _”Piala Dunia 2022 Argentina sudah juara. Sekarang saatnya Spanyol yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026,” ujar Sardi._

Baginya, kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif yang merata di seluruh lini, bukan hanya bertumpu pada satu pemain bintang. Konsistensi itulah yang menurutnya membuat Spanyol layak menjadi juara.

Namun perbedaan pilihan itu sama sekali tidak menjadi penghalang bagi semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam Festival Rakyat Nusantara.

Di sisi lain, Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS) justru mengaku lebih menyukai gaya permainan Argentina. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi lebih lanjut, QRS menegaskan bahwa isu mengenai analisis kekuatan Argentina yang beredar sebelumnya bukan merupakan pernyataan resminya.

Ulasan mengenai Lionel Messi, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul hingga Emiliano Martinez, kata QRS, hanyalah hasil diskusi sejumlah pengurus KADIN yang memang memiliki hobi sebagai pengamat sepak bola selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.

> _”Yang penting bukan siapa yang juara. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh warga Bekasi bisa berkumpul, tertawa bersama, menikmati pertandingan kelas dunia dan memperkuat rasa persaudaraan. Momentum seperti ini yang harus dicatat,” ujar QRS._

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa bagi KADIN Kota Bekasi, Final Piala Dunia hanyalah media pemersatu.

Esensi utamanya adalah mempertemukan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat umum dalam satu ruang kebersamaan.

Dokumen undangan resmi KADIN Kota Bekasi Nomor 032/DP/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026 juga memperlihatkan semangat yang sama.

Festival Rakyat Nusantara dirancang bukan semata-mata sebagai acara hiburan, tetapi menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat.

Hasil penelusuran di lapangan bahkan menunjukkan dampak ekonomi dari rangkaian nobar Piala Dunia sudah mulai dirasakan para pedagang jauh sebelum partai final berlangsung.

Seorang pedagang kopi keliling asal Teluk Pucung yang ditemui wartawan di sekitar Plaza Patriot mengaku penjualannya meningkat setiap kali digelar nobar pertandingan Piala Dunia.

> _”Alhamdulillah, yang pesan kopi banyak, Bang. Rezeki anak saleh selama ada nobar Piala Dunia,” ujarnya sambil melayani pembeli._

Tidak hanya pedagang kopi keliling, sejumlah pedagang makanan dan minuman yang sehari-hari berjualan di sekitar Plaza Patriot juga mengaku omzet mereka meningkat dibanding hari-hari biasa.

Mereka optimistis partai final Spanyol melawan Argentina akan menjadi puncak lonjakan pengunjung sehingga penjualan diperkirakan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Prediksi tersebut sejalan dengan perhitungan Ketua KADIN Kota Bekasi.

Menurut QRS, kegiatan nobar bukan hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan transaksi UMKM dalam waktu singkat.

> _”Nobar Final Piala Dunia adalah bukti nyata sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, aparat keamanan dan masyarakat. Kalau warga berkumpul, ekonomi ikut bergerak. UMKM yang paling pertama merasakan manfaatnya,” kata QRS._

Optimisme serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Bekasi. Menurut Sardi, Festival Rakyat Nusantara memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan hiburan publik sekaligus membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut.

> _”Saya berharap momentum ini semakin menumbuhkan perekonomian Kota Bekasi. Mari kita ramaikan Festival Rakyat Nusantara,” ajak Sardi._

Apabila tidak ada perubahan jadwal, kegiatan nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 akan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, Komandan Kodim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran, pengurus KADIN Kota Bekasi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sepak bola serta ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Bekasi.

Pada akhirnya, siapa pun yang mengangkat trofi di Stadion nanti hanyalah bagian dari sejarah sepak bola dunia. Namun bagi Kota Bekasi, malam Final Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar pertandingan.

Hal itu menjadi ruang di mana rivalitas hanya hidup selama 90 menit di layar raksasa, sementara persaudaraan, gotong royong, dan denyut ekonomi kerakyatan tetap menjadi pemenang sesungguhnya.

(Indri)