INDRAMAYU, KilasNusantara.id, Jumat 17/7/2026. – Infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung, Kecamatan Terisi, Jawa Barat, kini mendekati rampung.
Sekolah yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia ini didirikan di atas lahan seluas 10 hektar.
Sekolah tersebut siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Demikian dikatakan Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat sebagai Asisten Setda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, ketika melakukan monitoring dan evaluasi persiapan MPLS bagi siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu, di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.
Iin Indrayati menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan dan penyediaan infrastruktur yang memadai.
“Berdirinya Sekolah Rakyat ini pun merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah, dalam hal ini Kemensos bersama Pemkab Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan rakyat,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto, mengatakan bahwa kawasan Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung sekolah dasar hingga menengah atas, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga.
Di sejumlah lokasi juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus, sekaligus meringankan beban perekonomian orang tua siswa.
Pemanfaatan ini juga menjadi indikator bahwa infrastruktur yang dibangun telah memasuki tahap operasional yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan,” katanya.
Sementara itu, jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu yang berhasil dijaring berjumlah 270 siswa.
Jumlah tersebut terdiri dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 90 siswa, SMP 90 siswa, dan jenjang pendidikan SMA 90 siswa, serta ditambah 100 siswa dari sekolah rintisan.



















