Indramayu Sebagai Lumbung Pangan,Petani Kami Butuh Fasilitas

INDRAMAYU,KilasNusantara.id,- 5/5/2026,- “PEMERINTAH Kabupaten Indramayu mengajukan permohonan dukungan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi keberlanjutan serta peningkatan produksi pertanian.

“Permohonan tersebut merupakan usulan para petani untuk memperkuat ketahanan pangan, dan mempertahankan posisi Indramayu sebagai lumbung pangan nasional,” tutur Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Senin (4/5).

Dia menjelaskan, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Dengan luas lahan pertanian lebih dari 125 ribu ton, petani masih mengalami  berbagai tantangan pada sektor pertanian yang semakin kompleks.

Dari mulai mulai keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, kondisi sarana dan prasarana pertanian yang belum optimal, hingga kondisi jaringan irigasi dilaporkan rusak atau dipenuhi sedimentasi.

“Jaringan irigasi yang rusak atau dipenuhi sedimentasi berpotensi berdampak pada pencapaian target peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Indramayu,” tuturnya.

Selain itu, diperlukan pula  normalisasi Waduk Cipancuh, perbaikan Bendung Karet Waledan di Cantigi, Bendung Karet Cipanas di Kandunghaur, Bendung Karet Pangkalan di Lohbener, dan kelanjutan Modernisasi Rentang Kanan.

Selain perbaikan infrastruktur fisik, usulan permohonan bantuan juga mencakup percepatan pengoperasian Bendungan Cipanas dan Daerah Irigasi Cikawung Premium serta Sadawarna, pembuatan kanal (Collector Drain) untuk mengantisipasi rob di lahan pertanian Kandanghaur sepanjang 7,5 kilometer, penyediaan 200 titik Irigasi Perpompaan (Irpom), hingga 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT).

“Kami juga meminta dukungan untuk penyediaan fasilitas alat dan mesin pertanian modern seperti drone, combine harvester besar, rotavator, traktor roda 2, vertical dryer, hingga pompa air untuk mendorong modernisasi serta meningkatkan kesejahteraan petani di Indramayu,” tambah Lucky.

Lumbung padi

Sepanjang  2025 Kabupaten Indramayu mencatatkan capaian luar biasa pada sektor pertanian, karena menjadi sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan di Jawa Barat maupun tingkat nasional.

Pada  2025,  luas lahan tanam padi di Indramayu mencapai 251.971 hektare, dan luas panen mencapai 249.817 hektare. Sementara berdasarkan data Kementerian ATR/BPN total Luas Baku Sawah tercatat hanya 124.517 hektare.

“Ini berkat kerja keras semua pihak, sehingga dari total Luas Baku Sawah di Indramayu yang mencapai 124.517 hektare bisa meraih nilai Indeks Penanaman hingga 1,8 poin,” lanjut Lucky.

Selain itu, kerja keras tersebut juga membuahkan hasil berupa produksi padi yang menembus 1,7 juta ton gabah kering giling (GKP), dan catatan produktivitasnya mencapai 68,24 kwintal per hektare.

Jumlah  tersebut setara total produksi beras kira-kira 900.931 ton dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Januari – Desember 2025.

Keberhasilan itu pun mendapat pengakuan di tingkat nasional. Indramayu meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai peringkat ke-7 dalam peningkatan produksi beras nasional.

Pewarta : Gunawan