Bengkulu, Kilasnusantara.id — Gelombandesakan publik terhadap tegaknya keadilan kembali menguat. Sejumlah aktivis dari Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu jika tida ada area yang melintang akan turun langsung dalam aksi solidaritas bertajuk “Save Keadilan Sopiah & Gita Fitri Ramadhani” yang akan digelar di depan Mabes Polri, Kamis siang (9/4/2026).
Aksi ini menjadi simbol perlawanan moral atas proses penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan belum menghadirkan rasa keadilan, khususnya dalam perkara yang menimpa Sopiah dan Gita Fitri Ramadhani.
Diperkirakan mencapai ratusan massa dari berbagai elemen baik masyarakat sipil,aktivis, mahasiswa, hingga perwakilan organisasi masyarakat—akan ambil bagian dalam aksi tersebut. Mereka membawa satu tujuan yang sama, yakni mengawal proses hukum agar berjalan secara objektif, terbuka, dan berintegritas.
Tuntutan yang disuarakan dalam aksi ini pun tidak main-main. Para aktivis mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepemimpinan kepolisian di wilayah Bengkulu, termasuk Kapolda Bengkulu dan Kapolres Kepahiang. Desakan tersebut muncul sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap penanganan perkara yang dinilai sarat kejanggalan dan minim transparansi.
Aksi ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai elemen, termasuk Sekjend Front Pembela Rakyat serta Gabungan Ormas dan LSM Bengkulu Bersatu yang menyatakan siap ambil bagian dalam gerakan tersebut.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Iman Sobri Pulungan Noya dan Hasnul Effendi, S.H. kepada awak media. Mereka menyampaikan bahwa aktivis Bengkulu siap turun langsung dan berperan aktif dalam aksi solidaritas tersebut.
“Ini adalah gerakan bersama. Aktivis Bengkulu siap bersatu dan bergerak bersama aktivis serta mahasiswa Sumatera Selatan untuk mengawal keadilan,” tegas mereka.
Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang sah dan dijamin oleh konstitusi, sekaligus sebagai pengingat agar aparat penegak hukum tetap berpijak pada prinsip profesionalitas dan keadilan.
Dilansir dari Liputan7news Rencananya, massa aksi akan berkumpul di titik yang telah ditentukan sebelum bergerak menuju Mabes Polri dengan membawa berbagai atribut aksi, seperti spanduk dan poster berisi tuntutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait rencana aksi tersebut. Namun demikian, pengamanan dipastikan akan disiapkan guna memastikan jalannya aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Aksi “Save Keadilan Sopiah & Gita Fitri Ramadhani” kini menjadi sorotan publik, khususnya di Bengkulu dan Sumatera Selatan. Masyarakat menaruh harapan besar agar proses hukum terhadap kedua perkara tersebut dapat berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel.
Di tengah derasnya gelombang dukungan ini, satu pesan yang terus digaungkan oleh para aktivis tetap sama keadilan tidak boleh ditunda, apalagi diabaikan.
( Red Bengkulu )


















