Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi Gelar Pujawali ke-62, Ratusan Umat Hadiri Puncak Acara dan Pentas Seni Bali

 

Kota Bekasi – Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi menggelar perayaan Pujawali ke-62 yang berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Jl. Jatiluhur Raya No.1, RT 001/RW 012, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi ini dihadiri ratusan umat Hindu dari wilayah Jabodetabek.

Pujawali merupakan hari suci peringatan berdirinya pura yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tahun ini, perayaan jatuh pada Saniscara (Sabtu) yang secara spiritual diyakini sebagai waktu yang baik untuk melaksanakan persembahyangan dan yadnya.

Rangkaian kegiatan Pujawali ke-62 telah dimulai sejak 15 Maret 2026, dengan berbagai agenda keagamaan dan sosial. Kegiatan tersebut meliputi persembahyangan bersama, bakti sosial, serta pelayanan umat yang bertujuan memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Puncak acara dilaksanakan pada 18 April 2026 yang ditutup dengan pentas seni Bali yang menampilkan beragam kesenian tradisional penuh warna dan makna budaya.

Wakil Ketua I Banjar Kota Bekasi, Made Sudrajat, menjelaskan bahwa Pujawali bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi memiliki nilai spiritual yang mendalam.
“Pujawali adalah momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Tuhan, sekaligus menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,” ujarnya saat ditemui awak media 

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan umat Hindu di perantauan, khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Pemerintah Kota Bekasi, yakni Kepala Bidang Budaya Disparbud Kota Bekasi, Maja Yusirwan, S.Pd, yang akrab disapa Aki Maja. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Aki Maja mengapresiasi konsistensi umat Hindu dalam menjaga tradisi dan budaya. Ia menilai kegiatan seperti Pujawali tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang patut dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas.

Acara ini diketuai oleh Made Armadira selaku Ketua Panitia, dengan Luh Putu Andarini sebagai Sekretaris Panitia. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh umat dan dukungan berbagai pihak sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Pentas seni Bali yang menjadi penutup acara berlangsung meriah dengan penampilan tari tradisional, tabuh gamelan, serta pertunjukan budaya lainnya yang memukau para pengunjung. Selain menjadi hiburan, pentas seni ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat umum yang hadir.

Dengan terselenggaranya Pujawali ke-62 ini, Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi kembali menegaskan perannya sebagai pusat kegiatan spiritual dan budaya umat Hindu di Bekasi, sekaligus simbol harmonisasi keberagaman di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. (Indri)