KUTACANE, KilasNusantara.id – Kegiatan syukuran dan santunan kepada anak yatim yang digelar pihak sekolah SDN Percontohan sekaligus membawa pesan kepedulian sosial yang mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Kamis (9/4/2026)
Acara syukuran serta menjalin silaturahmi dan memberi santunan kepada anak yatim di sekolah berlangsung khidmat dilingkungan SDN Percontohan, Tanah Merah, Kecamatan Badar.
Dalam momen tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan sosial.
Selain itu, rangkaian acara diawali dengan doa bersama, menciptakan suasana religius dan penuh harapan.
Sekaligus tampak kebersamaan semakin terasa sejuk saat para tamu undangan yang hadir di hadapan para siswa-siswi, juga mencicipi hidangan bersama yang telah disiapkan, seperti kari kambing dan berbagai sajian lainnya, yang menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara (Zulkifli), dan sejumlah tokoh penting, di antaranya seperti pengurus organisasi Persatuan Wartawan Aceh (PWA), jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ketua LSM Penjara, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan ini, SDN Percontohan tidak hanya menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan nilai-nilai sosial dan kebersamaan.
Rita Wati selaku Kepala Sekolah SDN Percontohan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi mampu membawa dampak positif bagi kemajuan sekolah ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan doa bersama bagi kemajuan SDN Percontohan,” ujarnya dengan penuh haru.
Puncak acara yang paling menyentuh terjadi saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara menyerahkan santunan kepada belasan anak yatim yang juga merupakan siswa di SDN Percontohan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir. Mereka menilai bahwa langkah yang dilakukan SDN Percontohan mampu menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, peduli, dan berkarakter.
Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
(Ris/AD)


















