Dosen Pendidikan Masyarakat UPI Ikuti ToT Community Relationship Management untuk Perkuat SDM Hijau dan Dukung Pencapaian SDGs

JAKARTA, KilasNusantara.id — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) yang didukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) resmi mengumumkan peserta terpilih Training of Trainer (ToT) Bidang Kerja Community Relationship Management (CRM) dalam Pengembangan Proyek Energi Terbarukan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional penguatan tenaga kerja hijau guna mendukung transisi energi dan target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Pelatihan dilaksanakan secara daring dan luring pada 14–23 Januari 2026 di Jakarta dengan melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, politeknik, asosiasi energi terbarukan, hingga sektor swasta.

Program ToT CRM ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak akan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu mengelola hubungan masyarakat dalam proyek energi terbarukan.

Community Relationship Management menjadi aspek krusial karena keberhasilan proyek energi baru terbarukan sangat ditentukan oleh dukungan sosial (social license to operate), kemampuan mitigasi konflik, serta strategi komunikasi yang inklusif dan transparan kepada masyarakat terdampak.

Dari kalangan akademisi, dua dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, yakni Dr. Cucu Sukmana, M.Pd dan Sodikin, Ph.D, turut terpilih sebagai peserta Tot.

Keterlibatan keduanya mempertegas kontribusi disiplin Pendidikan Masyarakat dalam pengembangan kapasitas sosial pada sektor energi terbarukan.

Dengan latar belakang keilmuan pemberdayaan dan andragogi, partisipasi mereka diharapkan mampu memperkuat pendekatan pembelajaran orang dewasa dalam pelatihan-pelatihan berbasis komunitas.

Secara substansi, pelatihan ini mencakup analisis dan pemetaan pemangku kepentingan, perancangan strategi sosialisasi, pengelolaan konflik sosial, integrasi prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), hingga microteaching berbasis modul CRM.

Peserta juga dibekali penguatan kompetensi andragogis agar mampu menjadi trainer yang efektif dalam mentransfer keterampilan kepada tenaga kerja hijau di berbagai daerah. Skema ini memastikan keberlanjutan program melalui pembentukan pool of trainer nasional di bidang CRM sektor energi terbarukan.

Kegiatan ini memiliki korelasi kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas pelatih vokasi, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui percepatan pengembangan energi terbarukan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan green jobs, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui dukungan terhadap target penurunan emisi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak nasional dan internasional.

Melalui pelaksanaan ToT CRM ini, pemerintah dan mitra pembangunan menunjukkan komitmen nyata bahwa transisi energi tidak semata persoalan teknologi, melainkan juga transformasi sosial.

Keterlibatan akademisi dari Program Studi Pendidikan Masyarakat yaitu Dr. Cucu Sukmana, M.Pd dan Sodikin, Ph.D menjadi bukti bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi antara keahlian teknis, pendekatan pemberdayaan, serta penguatan kapasitas komunitas.

Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi fondasi strategis dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Indonesia. (Red)