Ragam  

Balok Penyangga Melengkung, Gedung Logistik Bencana di Halaman Kantor BPBD Kerinci Dianggap Berbahaya

KAB. KERINCI, KilasNusantara.id — Pembangunan Gedung Logistik Bencana di pekarangan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci menuai sorotan.

Balok penyangga dan lantai cor pada bangunan yang dikerjakan CV Fariq Kontrindo tampak melengkung, menimbulkan kekhawatiran serius soal keamanan gedung yang kelak akan menyimpan berbagai kebutuhan logistik penanganan bencana.

Gedung logistik tersebut merupakan paket Belanja Bangunan Gedung Logistik dengan jenis pengadaan Pekerjaan Konstruksi pada Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Satuan kerja pelaksana adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dengan pagu sekaligus HPS sebesar Rp 170.560.000,00 dan harga kontrak sekitar Rp 170.457.404,00. Pemenang pekerjaan tercatat CV Fariq Kontrindo, beralamat di RT 02 Desa Koto Diair, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Balok Melengkung di Pekarangan Kantor BPBD Pantauan di lokasi menunjukkan rangka bangunan berdiri di halaman kantor BPBD Kerinci, namun pada bagian tertentu tampak balok penyangga dan lantai cor yang melengkung di tengah bentang. Secara teknis.

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya defleksi berlebih yang dapat disebabkan oleh perencanaan struktur yang tidak tepat, bekisting dan penyangga yang kurang kuat, maupun mutu beton dan tulangan yang tidak sesuai standar.

Kelengkungan yang sudah muncul pada tahap awal konstruksi dikhawatirkan akan semakin memburuk ketika gedung mulai menanggung beban sebenarnya, yakni tumpukan berbagai barang bantuan seperti sembako, air mineral, tenda, dan perlengkapan logistik lain yang beratnya tidak kecil.

Ancaman bagi Keselamatan dan Layanan KebencanaanSejumlah pegiat kebencanaan dan warga menilai, persoalan utama dari kondisi ini adalah risiko keselamatan.

Balok yang mengalami defleksi berlebih berpotensi menimbulkan retak pada beton, pelemahan tulangan, hingga di titik tertentu menyebabkan lantai turun atau patah secara tiba‑tiba.

Jika hal itu terjadi saat aktivitas di dalam gedung sedang tinggi, keselamatan petugas, relawan, dan masyarakat yang berada di lokasi terancam.

Selain itu, gedung yang secara struktur diragukan keamanannya akan membatasi kapasitas penyimpanan logistik. Petugas bisa terpaksa mengurangi beban di area tertentu atau menunda penumpukan barang, yang pada akhirnya mengganggu kelancaran distribusi bantuan kepada korban bencana.

Tanpa Papan Informasi Proyek ironisnya di lokasi pembangunan yang berada tepat di halaman kantor BPBD tidak terlihat adanya papan informasi proyek. Masyarakat yang datang ke kantor sulit mengetahui secara resmi nama paket, jangka waktu pelaksanaan, hingga pihak‑pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

Padahal, pedoman pengadaan dan kebijakan keterbukaan informasi publik mengharuskan setiap proyek konstruksi yang dibiayai APBN/APBD memasang papan informasi di lokasi pekerjaan.

Papan tersebut menjadi sarana bagi warga dan pegiat kebencanaan untuk ikut mengawasi mutu bangunan yang sangat strategis untuk perlindungan masyarakat.

Tanggung Jawab Pihak TerkaitSebagai pelaksana fisik, CV Fariq Kontrindo berkewajiban memastikan seluruh balok, penyangga, dan lantai cor dikerjakan sesuai gambar rencana, spesifikasi teknis, dan standar konstruksi yang berlaku.

Ketika ditemukan indikasi kelengkungan balok, seharusnya dilakukan evaluasi teknis dan langkah perbaikan seperti penambahan penyangga, perkuatan balok, atau pengulangan pengecoran pada bagian yang bermasalah.

Di sisi lain, konsultan perencana dan pengawas (jika tercantum dalam paket) memiliki tanggung jawab profesional untuk memeriksa ulang perhitungan struktur, dimensi balok, serta tata letak tulangan, dan tidak membiarkan pekerjaan yang secara visual sudah menunjukkan gejala kegagalan struktur berjalan tanpa koreksi.

Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala BPBD Kerinci, pimpinan dinas memegang peran kunci untuk mengendalikan mutu pekerjaan.

PPK diharapkan segera memerintahkan uji kelayakan struktur oleh tenaga ahli independen, mewaji

(Dominaldi)