Kota Bengkulu, KilasNusantara.id — Program revitalisasi satuan pendidikan Direktorat Jenderal PAUD Dasmen,bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025,revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 14 Kota Bengkulu,yang berlokasi di Jalan Zainul Arifin Kelurahan Padang Nangka,Kecamatan Singaran Pati,Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu,menjadi sorotan publik,diduga minimnya pengawasan dan kurangnya transparan panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) dalam pelaksanaan pembangunan di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu.
Program revitalisasi satuan pendidikan bantuan pemerintah pembangunan di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu yang diduga minimnya pengawasan dan kurangnya transparan.Pihak sekolah,panitia pelaksana kegiatan, dan dinas pendidikan yang terkait dengan proyek revitalisasi, Pelaksanaan program revitalisasi pembangunan tahun 2025.di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu,Jalan Zainul Arifin,Kelurahan Padang Nangka,Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.6/September/25,
Dugaan kuat bahwa pekerjaan kurang pengawas didalam pekerjaan,pekerjaan tersebut berpotensi dikerjakan asal jadi diduga Pekerja proyek diduga tidak dilengkapi APD,K3 seperti helm,rompi,sepatu,masker,dan sarung tangan diduga kuat pihak panitia pelaksana langgar Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan papan proyek yang terpampang di lokasi,nilai bantuan pemerintah dari anggaran APBN tahun 2025 yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut mencapai Rp,788.000.000.Namun,papan nama proyek terpampang di titik paling belakang,sedangkan ada 3 item pembangunan,terkesan kurang transparan dan juga jenis bangunan tidak dijelaskan di papan nama proyek,sehingga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dalam pelaksanaan pembangunan yang sedang dikerjakan.
Dari pantauan Tim awak media di lokasi pekerjaan tersebut,diduga tak sesuai dengan petunjuk teknis dan Rab yang ada,seperti rangka pembesian di bagian atas memakai besi diameter 8,terlihat pekerjaan seperti pengecoran tiang diduga asal jadi dan tidak menggunakan mesin molen,diduga pondasi pembangunan di bagian titik belakang menempel di atas bahu siring patut dipertanyakan kualitas ketahanan fisik bangunan tersebut.
Dugaan minimnya pengawasan dan kurangnya transparansi dalam program pelayanan revitalisasi pembangunan ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kualitas pembangunan dan keselamatan pekerja.Oleh karena itu,perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan solusi dari permasalahan ini.
Pihak sekolah di dalam pelaksana kegiatan dan dari dinas pendidikan yang terkait,proyek revitalisasi perlu memberikan penjelasan dan jawaban atas kecurigaan dan pertanyaan yang ada.namun, ironisnya,tetap tidak ada yang bisa ditemui di lapangan baik kepala sekolah dan pengawas lapangan.
Di waktu yang sama pada tanggal 3 September 2025 saat Tim Awak media ingin konfirmasi kepada Kepala Sekolah,dan izin kepada satpam sekolah untuk melakukan peliputan kembali,Satpam sekolah SMP Negeri 14 Kota Bengkulu,”Ibu Kepala Sekolah tidak ada di tempat, kalau untuk melakukan peliputan untuk sementara tidak di izinkan kalau belum membuat janji terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah, pernah kepala sekolah,saya dimarahi karena mengizinkan wartawan meliput,”ungkap Satpam,kepada Tim Awak media.
Terkait dengan peliputan,awak media mau meliput pekerja proyek diduga tidak di perbolehkan kalau belum membuat janji terlebih kepada Kepala Sekolah di larang untuk melakukan peliputan hingga memicu spekulasi,ada apa dengan proyek pembangunan tersebut, diduga kuat menghalangi tugas jurnalistik melakukan fungsi kontrol sosial,melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dalam beberapa hari ke depan kami akan dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan solusi dari permasalahan ini,dari Pihak sekolah,pelaksana kegiatan,dan dinas pendidikan yang terkait dengan proyek revitalisasi sampai saat ini belum ada jawaban.masih terus diupayakan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut,
Kita berharap bahwa proyek revitalisasi sekolah di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu dapat berjalan dengan lancar dan efektif,serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.Namun, jika permasalahan seperti ini tidak diatasi,maka proyek revitalisasi sekolah dapat menjadi tidak efektif dan tidak memberikan manfaat yang diharapkan.
Pewarta : S Adi.S.
Editor :Red Korwil Bengkulu,




















