‎P3A Mandiri Bersama Tani Desa Sukamakmur Genjot Infrastruktur Irigasi Lewat Program P3-TGAI Senilai Rp 195 Juta

Kab,Bogor–Kilasnusantara.id

‎Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal, Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mandiri Bersama Tani di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sukses melaksanakan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi permukaan sepanjang 320 meter dan lebar saluran 80 cm serta tinggi pondasi 60 cm dengan kedalaman galian 30 cm dan lebar atas saluran 30 cm. yang berlokasi di kp,jareged pangupukan,

‎Proyek ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025, yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Diektorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjend SDA) Citarum sebesar Rp 195 juta.

‎Program P3-TGAI adalah salah satu program unggulan pemerintah pusat yang dirancang untuk mempercepat rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi di tingkat desa. Dengan pendekatan padat karya tunai dan sistem swakelola, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok petani, sebagai pelaksana utama kegiatan. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.

‎Ketua P3A Mandiri Bersama tani ,Damiri menyampaikan bahwa proyek ini memberikan dampak nyata bagi petani di wilayahnya. “Saluran irigasi yang sebelumnya rusak dan tertutup sedimentasi kini telah diperbaiki. Air mengalir lebih lancar ke sawah-sawah warga, terutama menjelang musim tanam kedua tahun ini. Ini sangat membantu kami dalam menjaga jadwal tanam dan meningkatkan hasil produksi,Untuk kedepannya saya harap program ini berlanjut dan di tingkatkan karna warga masyarakat desa Sukamakmur ini mayoritas penduduk nya petani kang”ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi , Senin(15/9/2025).

‎Dirinya pun mengatakan, pekerjaan irigasi tersebut sudah mencapai kurang lebih 80 persen dengan target penyelesaian pekerjaan sampai dengan bulan September akhir atau selama 45 hari lebih sejak dilaksanakan pembangunan. “Alhamdulillah sampai saat ini pekerjaan sudah mencapai 80 persenan lah, insya Allah akan sesuai target yang di tentukan sampai selesai 100 persen,” ungkapnya.

‎Pekerjaan fisik mencakup pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi primer dan sekunder, penguatan struktur dinding saluran sesuai standar SOP, penggalian dan pembersihan jalur air untuk memastikan distribusi air yang optimal ke lahan pertanian. Selain itu, proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, dan memperkuat semangat gotong royong antar warga.

‎Kepala Desa Sukamakmur,Hj,Ujang , turut mengapresiasi pelaksanaan program ini. “Kami melihat semangat luar biasa dari para petani. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga kualitas dan transparansi pelaksanaan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun harapan dan masa depan pertanian desa,” katanya.

‎Dari sisi teknis, peningkatan jaringan irigasi sepanjang 320 meter ini diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 20 hektaran yang sebelumnya mengalami kendala distribusi air. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, para petani di Desa Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam, mengurangi risiko gagal panen, dan memperbaiki efisiensi penggunaan air.

‎Keberhasilan P3A Mandiri Bersama Tani dalam mengelola proyek ini menjadi bukti bahwa kelembagaan petani di tingkat desa mampu menjalankan program pembangunan secara mandiri, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Ini sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor untuk mengoptimalkan program serupa demi kemajuan sektor pertanian.

‎Pungkasnya”(Aseh)