Bengkulu Utara, KilasNusantara.id ~ Pembangunan jalan usaha tani,dan pekerjaan pembangunan jalan rabat beton desa Selubuk, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada tahun anggaran 2025,sebesar Rp 171.422.000, dengan Volume panjang 214 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm.
Baru saja diselesaikan pembangunan tersebut namun ironisnya kondisi fisik diduga sudah retak dan pecak dan kondisi ini sangat memperlihatkan dengan anggaran yang dialokasikan cukup fantastis, mencapai ratusan juta rupiah dan berindikasi kuat dugaan pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi tanpa tahapan konstruksi yang benar,
Pasalnya, bedasarkan pantauan Tim awak media yang langsung turun kelapangan serta pengecekan pada hari Senin (22/9/2025), pembangunan jalan rabat beton terlihat fisik jalan tersebut diduga sudah mengalami retak-retak dan ada yang pecah memanjang,di beberapa titik dan terlihat tebal dengan acian semen di atas, hal ini berpotensi tidak dapat bertahan lama di manfaat masyarakat untuk jangka panjang,
Pembangunan rabat beton yang baru saja selesai tetapi sudah retak dan rusak diduga terjadi akibat pengurangan material, kualitas campuran beton yang tidak sesuai standar,atau kesalahan dalam pelaksanaan dan pengawasan,
Pelaksanaan yang diduga Asal-asalan, jika pekerjaan dilakukan tanpa mengikuti prosedur yang benar, seperti tidak adanya dasar yang rata atau pemadatan yang buruk, maka beton akan mudah rusak,
1. Diduga Kurangnya pengawasan dari konsultan terkait selama proses pembangunan dapat menyebabkan kegiatan desa dapat berpotensi melakukan penyimpangan spesifikasi teknis, yang berujung pada kualitas rendah.
2.Campuran beton yang tidak tepat, misal terlalu banyak pasir atau terlalu sedikit semen,akan mengurangi kekuatan beton sehingga tidak mampu menahan beban dan mudah pecah atau retak
Saat Tim Awak media konfirmasi langsung wawancarai Pjs Kepala Desa Selubuk, Syarkawi, S.I.P , beliau menyarankan untuk menemui langsung TPK nya.
“Pak,saya cuma mengetahui aja pak dan program itu sudah di buat PJs kepala desa sebelum saya sudah ada dan saya hanya melanjutkan dan mengetahui saja, langsung saja konfirmasi ke TPK Pembangunan rabat beton ibu Oma sebagai kasi Pemerintah,” ungkap PJs kepala desa,
Lebih lanjut Tim Awak langsung ke balai desa Selubuk untuk konfirmasi tentang pembangunan jalan rabat beton, konfirmasi kepada ketua TPK, Ibu Om, bahwa pengerasan koral dengan ketebalan 15 cm,panjang 214 dan lebar 3 meter, untuk pemadatan koral secara manual Tanpa menggunakan alat dan pembangunan rabat beton panjang 214, lebar 3 meter dan tebal 15 cm, pembangunan rabat beton menggunakan semen zak untuk 1 kubik
“kami tidak tau, sama sama tau, kalau di lapangan ada kepala dusun untuk yang ngawas kepala dusun, masalah SPJ kami yang buat yang bertanggung jawab dilapangan juga ada kades, ada sekdes ada kepala Dusun, ada pengawasan, kami tim pak,” ujarnya
Selanjutnya awak medai menanyakan, untuk pekerjaan sirtu pihak konsultan ada tidak di opname, namun tidak di jawab oleh TPK ibu Oma.
“Kalau untuk di Rab nya maksudnya beda pak, kalau koral, koral pecah maksudnya pak, kalau sirtu kami itu pak koral campur pasir,” kata TPK ibu Oma,
Pewarta : Adi.S
Editor Red Korwil Bengkulu,




















