Kab.Bogor–Kilasnusantara.id
Suasana Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri berubah menjadi lautan warna dan semangat pada hari Minggu Siang (17/8/2025). Ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan Karnaval Dusun 07yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Ciangsana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Karnaval dibuka langsung oleh Kepala Desa Ciangsana,Hj,Udin Saputra SH,M.M Diiringi dengan alunan musik perjuangan, hingga pekikan yel-yel peserta mengiringi langkah rombongan yang mengenakan beragam busana adat, kostum pahlawan, pakaian kreasi unik, serta hiasan sepeda penuh ornamen merah putih.
“Inilah momen yang selalu kita tunggu setiap tahun. Melalui kegiatan ini, kita mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga. Semoga semangat kemerdekaan terus berkobar di hati kita semua,” ujar Kepala Desa Ciangsana dalam sambutannya.
Karnaval ini merupakan salah satu dari rangkaian Lomba Kegiatan 17 Agustus 2025 Desa Ciangsana, Rangkaian kegiatan tersebut yang mana diantaranya diisi dengan kegiatan Karnaval Dusun 07 kampung,Pabuaran RT 001 RW 039 yang berlokasi di depan SDN 05 Ciangsana,Dengan menyajikan Dongdang,perlombaan,dan pesta rakyat yang lainya.
Kepala desa Ciangsana saat di konfirmasi mengenai makna DONGDANG beliau menjelaskan,Dalam tradisi ruwatan, dongdang sering digunakan untuk membawa hasil bumi dan sesaji yang kemudian dikuburkan atau dilarung sebagai bentuk syukur dan permohonan keselamatan.
Pawai Dongdang:Pawai dongdang adalah arak-arakan di mana berbagai dongdang yang dihias dengan hasil bumi, makanan, atau benda lain diarak keliling kampung atau desa.
Parebutan Dongdang:Dalam tradisi Seren Taun, ada prosesi “Parebut Dongdang” di mana masyarakat berebut isi dongdang yang berisi berbagai hasil bumi dan makanan sebagai simbol keberkahan.
Fungsi Dongdang:Sebagai wadah untuk membawa makanan dan hasil bumi dalam berbagai acara.
Sebagai sarana untuk menyampaikan syukur dan permohonan keselamatan.
Sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat.
Sebagai media untuk melestarikan budaya dan memperkenalkan tradisi kepada generasi muda. ujarnya kepada awak media ini.
Antusiasme masyarakat begitu terasa. Anak-anak dengan wajah penuh cat warna-warni melambai ke arah penonton, remaja kreatif menampilkan koreografi tarian, sementara para ibu-ibu mengenakan kebaya dan sanggul khas daerah. Di sepanjang rute karnaval, warga bersorak, mengabadikan momen dengan kamera ponsel, dan sesekali memberikan tepuk tangan meriah.
Karnaval berakhir di Halaman Kantor Desa Ciangsana yang disambut dengan acara yang meriah. Dengan semangat “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Pemdes Ciangsana berharap kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan warga desa dalam menyambut kemerdekaan HUT RI ke 80.(Aseh)


















