KAB. KERINCI, KilasNusantara.id — Masyarakat di desa Bento Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi meragukan kinerja pihak Inspektorat Kabupaten Kerinci dalam mengaudit Dana Desa (DD) di desa tersebut yang di anggap tidak profesional dan patut diduga ada permainan antara pihak inspektorat dengan Kades Desa Bento (Halim Sudar Manto).
Pasalnya Kades desa bento diduga tidak transparan kepada masyarakat dalam pengelolaan dana Desa, hal ini juga di buktikan oleh awak media ini yang telah melayangkan surat klarifikasi/komfirmasi kepada Kades namun sampai saat ini kades tidak memberikan jawaban dari surat tersebut yang artinya kades desa bento juga telah mengabaikan UU keterbukaan informasi publik (KIP) No 14 tahun 2008 dan Permendagri No.111 tahun 2014 serta II mo 6 Tentang Desa.

Selain tidak transparan dalam mengelola dana Desa Kades Halim Sudarmanto diduga keras syarat dengan indikasi Korupsi pada pekerjaan fisik yang dikerjakan secara asal asalan dan mengurangi volume pekerjaan untuk meraup keuntungan dan mengabaikan kualitas pekerjaan, hal ini terlihat jelas pada pekerjaan yang di kerjakan jalan di tahun 2003 yang sudah hancur hanya dalam waktu satu tahun berjalan.
“Ironisnya pihak inspektorat menerima begitu saja pekerjaan tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan di masyarakat “kok bisa”???,” ungkap salah satu warga ketika memberikan keterangan ke awak media ini.

Dan pekerjaan fisik di tahun 2024 yang dikerjakannya juga pada awal tahun 2025 jelas juga sangat mengherankan, selain waktunya yang dirasakan janggal pekerjaanya juga sangat jelas terlihat adanya indikasi kecurangan dalam volume pekerjaan salah satunya pada ketebalan Tembok penahan seperti yang terlihat di gambar.
Masyarakat sangat berharap dan tantang pihak Inpektorat untuk bekerja profesional audit DD di Tahun 2024 di Desa Bento, agar pengelolaan DD di desa tersebut dapat transparan dan tepat sasaran sehingga tidak menjadi ladang korupsi dan konspirasi bagi pihak manapun sehingga masyarakat benar benar dapat menikmati DD sebagaimana mestinya.
(Dominaldi)



















