BOGOR, KilasNusantara.id — Pemerintah desa Weninggalih sedang merealisasikan anggaran Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) dengan melaksanakan kegiatan Betonisasi Jalan Desa yang diduga tidak sesuai Spek dan asal-asalan.
Anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor guna untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan desa di wilayah desa-desa khususnya yang ada di Kabupaten Bogor.
Akan tetapi pembangunan Betonisasi Jalan Desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Weninggalih dengan nilai anggaran Rp.1.000.000.000 dengan panjang 1400 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0.15 cm diduga tidak sesuai Spek dan asal-asalan.

Pasalnya dalam pekerjaan tersebut dugaan kuat banyak kejanggalan diantaranya mengurangi spek, sehingga kelihatannya asal-asalan cepat ancur.
Dari hasil penelusuran tim awak media dilapangan pada hari sabtu, (24/08/2024), bahwa pengecoran yang digunakan menyebabkan kecepatan hancur melapuh terlihat jelas, pengecoran yang notabene’nya adalah musuh dari air bila terjadi musim hujan tentunya akan cepat rusak, amburadul.

Sangat disayangkan, jika dalam pengerjaan dengan cara seperti itu pemerintah desa Weninggalih hanya menghambur-hamburkan anggaran saja, yang bersumber dari anggaran program Samisade.
R.N, salasatu warga desa weninggalih kecamatan jonggol saat dimintai tanggapan dengan adanya dugaan tidak sesuai Spek terkait ketebalan dan secara Visual pengecoran terdapat banyak kejanggalan, besar kemungkinan akan menyebabkan cepatnya kerusakan pada jalan yang baru saja dikerjakan pengecoran tersebut, terlebih dahulu saat di musim hujan.

Selanjutnya, salah satu warga yang ada di lokasi pengerjaan jalan meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pengecekan ke lokasi pekerjaan Betonisasi Jalan Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
“Kenyataannya berbeda dengan nilai anggaran yang besar, tentunya ini kalau dihitung sudah terjadi mark’up anggaran bila di hitung secara benar-benar,” pungkasnya.
(D, Sutarman)


















