KAB. KERINCI, Kilasnusantara.id — Pj. Bupati Kerinci Asraf, S.Pt, M.Si memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kerinci Bukit Tengah, senin (29/4/2024).
Upacara Peringatan Otonomi daerah ke-28 tahun 2024 diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Kerinci, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Camat di lingkungan Pemkab Kerinci.
Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Kerinci menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri yaitu peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 Tahun 2024 mengusung tema ‘Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat’
Selanjutnya, Asraf memaparkan bahwa Tema tersebut dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran seluruh jajaran pemerintah daerah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam membangun sumber daya alam dan lingkungan hidup serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kemudian Pj. Bupati Kerinci Asraf menerangkan dalam konteks ekonomi hijau yang merupakan salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai visi 2045, kebijakan desentralisasi ini memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Tak lupa, Pj. Bupati Kerinci Asraf berharap, dengan menggabungkan kebijakan otonomi daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau, dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan, perekonomian secara keseluruhan.
Setelah 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan Fiskal Daerah namun tetap harus dilakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaran, efektif serta efisien.
Perjalanan otonomi daerah telah mencapai tahap kematangan untuk melahirkan berbagai terobosan kebijakan bernilai manfaat dalam rangka identifikasi dan perencanaan wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi, yang kemudian membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian dan terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
(Dominaldi)
Sumber : ideaa.id


















