Ragam  

Pariwisata Alam di Kawasan TNKS Danau Gunung Tujuh Dikeluhkan Pengunjung Dengan Berbagai Modus Pungli

KERINCI, KilasNusantara.id — Besarnya pendapat hasil penjualan tiket masuk dari beberapa wisata Alam di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) membuat beberapa oknum menjadi gelap mata sehingga mereka diduga kuat berupaya mengakali berbagai cara untuk meraup keuntungan bahkan dengan melakukan berbagai modus dan bentuk tindakan pidana Korupsi, Kolusi dan Nipostisme (KKN).

Menurut informasi awal yang diperoleh awak media ini dari beberapa sumber yang mengatakan tentang berbagai bentuk modus KKN seperti tidak diberikan bukti pembayaran, penjualan tiket secara ilegal di luar pos, tidak adanya klem asuransi bagi yang mengalami kecelakaan di lokasi wisata dan keluhan dari beberapa pengunjung tentang fasilitas di sekitar area wisata yang tidak memadai.

Seperti salah satu keluhan yang sempat kami komfirmasi saat keluar dari tempat wisata,sebut saja (AL) yang menyatakan “Kami merasa kecewa dengan harga tiket masuk yang sangat mahal saat ini dulunya hanya Rp10.000 saja sekarang melonjak drastis menjadi Rp55.000 dan ironisnya kami tidak di arahkan untuk menscan code QR ataupun di beri tanda terima atas pembayaran tersebut,” ujarnya.

Untuk memperjelas informasi yang di terima,Awak media melakukan penelusuran ke lokasi tersebut untuk mendapatkan kebenaran memgenai hal itu

Sebagaimana hasil investigasi media ini Selasa 19/08/2025 di khususnya pada Wisata Alam Danau Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci provinsi Jambi dimana saat melakukan mengonfirmasi beberapa anggota yang kami temui saat itu.

Mereka memberikan penjelasan yang berbeda dari dan mereka seakan berupaya menyembunyikan informasi yang kami tanyakan,dan terindikasi untuk saling cuci tangan mengenai hal ini dengan berbagai alibi untuk menyudutkan satu dengan lainya.

Namun kebenaran demi kebenaran mengenai informasi Dugaan perbuatan KKN mulai terkuak setelah melakukan konfirmasi dengan petugas yang di berikan wewenang untuk permasalahan pembayaran Tiket masuk ke wisata itu saat dikonfirmasi petugas berinisial SM menyatakan “hasil yang telah di setorkan semenjak bulan Januari sampai tgl 17 agustus sebanyak lebih dari Rp.270.000.000 (Dua Ratus Tujuh puluh juta).

Dan hasil dalam 1 minggu terakhir sekitar Rp.26.000.000 – Rp.29.000.000 angka yang cukup fantastis untuk satu wisata alam di kawasan TNKS namun jumlah tersebut masih dalam kontroversi mengenai angka yang di paparkan oleh SM dengan yang di Sampaikan oleh beberapa pengunjung di lokasi itu saat di temui.

SM juga menyatakan bahwa dan membenarkan perihal penjual tiket ilegal memang benar adanya,namun itu dilakukan bukan oleh petugas pos melainkan oleh orang luar.

Dan diakhir percakapan SM membenarkan adanya pembayaran tiket yang tidak di scan atau di setorkan apabila angkanya kurang dari Rp.300.000 dengan alasan untuk makan anggota yang bertugas di pos, dari penjelasan ini kita dapat menganalisa berapa banyaknya uang yang masuk ke saku mereka selama ini yang harusnya masuk ke kas negara.

Sampai berita ini diterbitkan, media ini akan terus menggali informasi mengenai hal ini .

(Dominaldi)