Ragam  

UMKM Menjadi Pilar Penting Dalam Meningkatkan Perekonomian Kota Cimahi

Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi

CIMAHI, Kilas Nusantara — Istilah UMKM yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita menjadi salah satu ciri khas tiap daerah ataupun menjadi value dari Pemerintah Kota khususnya di Kota Cimahi.

Untuk meningkatkan perekonomian, Pemkot Cimahi telah melaksanakan beberapa program yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di masyarakat Kota Cimahi.

Salah satu melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperin) Cimahi di bidang UMKM Kota Cimahi, yang awalnya telah melakukan pendataan dan Pengkajian Potensi Wilayah di Kota Cimahi, untuk membuat program Wira Usaha Baru (WUB) dan tercatat ada 205 UKM yang terlibat.

Kemudian dari program WUB, Disdagkoperin melaksanakan program Akselarasi yaitu hasil dari pengembangan program Wira Usaha Baru, sebanyak 47 UKM bergabung dan yang sudah bermitra sebanyak 27 UKM pada Disdagkoperin di bidang UMKM

“Dari hal tersebut, kemudian berkembang dan terus berkembang,” papar Emir Faisal Harahap, S. STP, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi.

Jumlah UMKM di kota Cimahi sangat banyak dengan berbagai ciri khas masing-masing didalamnya, jika dilihat dari data yang tercatat di Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, UMKM Cimahi sudah mencapai angka 5.833.

Cimahi Utara sebanyak 1.745 pelaku UMKM, Cimahi Selatan sebanyak 2.240 pelaku UMKM, dan Cimahi Tengah sebanyak 1.848 pelaku UMKM.

Hampir 50 % pelaku UMKM di kota Cimahi bergerak di bidang Kuliner sebanyak 2.624 pelaku usaha, Sisanya adalah Fashion, Craft, Telematika dan lain-lain.

Data tersebut diperoleh dari Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masuk dan telah tercatat secara digital di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi yang terdiri di tiga (3) Kecamatan dan 15 Kelurahan tersebut dan ternyata memiliki kemampuan dan value terbaik dari setiap kelurahan masing-masing.

Setiap pelaku UMKM mempunyai ciri khas Tersendiri yang menjadi nilai pembeda dari yang lain.

Seperti apa sih peran Pemkot Cimahi dalam mendukung perkembangan dan kemajuan perekomonian melalui program UMKM di Kota Cimahi?
Tentunya sangat banyak peran Pemerintah Kota Cimahi Melalui Disdagkoperin di Bidang Koperasi Usaha Mikro yang telah melaksanakan program – program setiap tahunnya.

Salah satunya yaitu Pemerintah Kota Cimahi terus melakukan bimbingan dan pelatihan untuk para pelaku usaha UMKM yang di danai langsung oleh Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Pelatihan tersebut gunanya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas para pelaku UMKM khususnya yang kebanyakan didominasi oleh ibu-ibu, mulai dari bagaimana cara mengemas sebuah Produk, cara memilih dan menentukan kemasan yang menarik yang bisa menjadi pembeda dari produk lain, cara mempotret produk, cara mempromosikan/iklan melalui media masa/secara langsung, serta masih banyak pelatihan lain yang diadakan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan para Pelaku UMKM di kota Cimahi.

Seiring dengan harapan Pemerintah Kota Cimahi bahwa Para Pelaku Usaha UMKM diharapkan dapat meningkatkan skill dan kualitas untuk berusaha dengan cara bermitra, terus belajar dan memanfaatkan teknologi digitalisasi agar terwujudnya visi misi kota Cimahi.

Semakin kreatif para pelaku UKM akan semakin meningkatkan omzet bagi mereka, Karena jika tidak ditunjang dengan kreatif dan inovatif maka akan sulit bagi pelaku UKM tersebut untuk bersaing dengan maraknya pelaku UKM di masyarakat dan di Indonesia kini.

Untuk mencapai kemajuan dan Perkembangan, Dadan Darmawan Kepala Dinas Dagkoperin Kota Cimahi menuturkan bahwa, Para Pelaku UKM di Kota Cimahi selain diberikan Pelatihan dan Bimbingan, juga diberikan kesempatan dan diarahkan untuk bermitra sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya baik itu dengan perusahaan, instansi, perseorangan/investor hingga tercapai kesejahteraan hingga pelaku dan Mitra memperoleh kesepakatan. Setelah itu para Pelaku Usaha dan Mitra yang akan menentukan langkah kedepan,” ujar Dadan Darmawan.