Rumah Warga Retak Akibat Pemasangan Tiang Pancang Jembatan Pino

BENGKULU SELATAN, KilasNusantara.id — Dampak proyek Jembatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan dirasakan warga setempat khususnya Desa Kurawa Kecamatan pino, raya Kabupaten Bengkulu Selatan Pasalnya, rumah warga yang berjarak sekitar 200 meter dari pemasangan tiang pancang jembatan mulai mengalami retak.

Rumah milik Bali warga setempat, yang lokasinya juga berdekatan dengan proyek tersebut. Rumah dengan ukuran 6×3 meter ini pada sejumlah dinding tembok pintu mulai retak. Ia mengaku retakan muncul setelah beberapa hari pemasangan tiang pancang dimulai.

“Awalnya tidak apa-apa, tapi setelah dua hari ada pemasangan tiang pancang, retakan di tembok rumah mulai muncul,” ujarnya, (27/08/2024 diungkapkan Bali gara-gara getaran yang sering akhirnya retak.

Akibat dampak pemasangan tiang pancang tersebut, warga yang rumahnya mengalami retak berharap ada tindakan dari pihak kontaktor memberikan kompensasi terkait kerusakan akibat pemasangan tiang pancang, jadi tidak hanya kompensasi

Ditempat terpisah, PT. Sriwijaya Perkasa Abadi, Tri mengatakan jika pemasangan tiang pancang pada proyek jembatan ini tidak akan mengakibatkan kerusakan pada rumah yang jaraknya berdekatan dengan proyek.

“Saya pastikan tidak akan rusak, sebab tiang pancang ini modelnya besi lubang dan bukan model cor. Jadi getarannya tidak mungkin keras,” katanya.

“Dan saya tidak peduli dengan urusan rumah warga yang retak saya mau fokus dengan pekerjaan,” ungkap Tri dengan nada tinggi saat di wawancarai pihak media 27/08/2024

(Julian kenedi)