OGAN ILIR, Kilasnusantara.id – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Tahun 2026, Kompol Vita Indrawati, menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Polsek Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 12.30 WIB.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kepemimpinan Kolaboratif Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Guna Meningkatkan Operasional Harkamtibmas dalam Rangka Terwujudnya Stabilitas Perekonomian Daerah.”
FGD ini dihadiri oleh Kapolsek Indralaya IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H., perwakilan BPBD Kabupaten Ogan Ilir, perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA), perwakilan Babinsa Koramil Indralaya, serta perwakilan Bhabinkamtibmas Polsek Indralaya.
Kegiatan berlangsung melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sambutan, diskusi dan tanya jawab, doa bersama, sesi foto, hingga penutupan.
Melalui forum diskusi tersebut, para peserta membahas pentingnya kepemimpinan kolaboratif dan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya melalui peningkatan kesiapsiagaan, deteksi dini, serta langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.
Kapolsek Indralaya IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan FGD ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara Polri, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.
“Semoga melalui kegiatan FGD ini, terbangun sinergi dan kesamaan persepsi antarpihak dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama yang baik, potensi karhutla dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa penanggulangan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur terkait dan dukungan aktif masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang efektif, pertukaran informasi, serta respons cepat terhadap indikasi kebakaran merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko meluasnya api dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Kapolsek juga berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam meningkatkan kesiapan personel serta memperkuat pola kerja sama lintas sektor di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
“Harapan kita, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan lebih optimal. Dengan demikian, lingkungan tetap terjaga, masyarakat merasa aman, dan stabilitas perekonomian daerah dapat dipertahankan,” tutupnya.
Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong penanggulangan karhutla yang lebih terencana, terpadu, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.



















