Warga Swadaya Tambal Jalan Rusak di Pangandaran, Ida Nurlaela Turun Tangan Kirim Bantuan

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Ketika jalan berlubang belum juga mendapat penanganan permanen, warga Dusun Liunggunung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, memilih tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, masyarakat secara swadaya mengumpulkan dana dan turun langsung menambal sejumlah titik jalan yang rusak.

Aksi kepedulian warga tersebut mendapat perhatian Anggota DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, yang kemudian turun langsung menyambangi masyarakat pada Selasa (15/9/2026).

Kedatangan Ida bukan sekadar melihat kondisi jalan, tetapi juga membawa bantuan material untuk mendukung upaya sementara yang dilakukan warga. Ia menyerahkan bantuan pribadi berupa 100 sak semen, sejumlah truk pasir, serta terpal.

Material tersebut nantinya digunakan masyarakat untuk menutup dan menambal lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Ida mengapresiasi inisiatif warga yang secara mandiri berupaya memperbaiki kondisi jalan di lingkungannya.

Menurutnya, budaya gotong royong merupakan modal sosial yang penting dalam menjaga lingkungan. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan infrastruktur tetap membutuhkan penanganan pemerintah secara berkelanjutan.

“Semangat gotong royong masyarakat tentu sangat kami apresiasi. Tetapi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tetap menjadi bagian penting yang harus ditangani secara berkelanjutan oleh pemerintah,” ujar Ida.

Jalan Ditambal Sementara, Perbaikan Permanen Ditunggu

Perbaikan yang dilakukan warga bersama-sama tersebut sifatnya sementara. Langkah itu diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat lubang jalan sembari menunggu realisasi perbaikan permanen.

Informasi yang disampaikan, ruas jalan tersebut direncanakan mendapat penanganan menggunakan hotmix pada tahun ini.

Bagi warga, bantuan material yang diberikan Ida menjadi dukungan nyata di tengah kebutuhan mendesak untuk mengurangi kerusakan jalan.

Dengan adanya semen dan material pendukung, masyarakat dapat segera melakukan penanganan pada titik-titik jalan berlubang tanpa harus menunggu seluruh proses pembangunan permanen selesai.

Ida berharap semangat kebersamaan masyarakat Dusun Liunggunung tetap dipertahankan. Menurutnya, partisipasi warga dapat menjadi kekuatan dalam mengawal pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Ia juga mendorong agar proses perbaikan jalan permanen dapat dikawal bersama sehingga kebutuhan masyarakat benar-benar mendapatkan penanganan yang optimal.

Gotong Royong Warga Jadi Potret Kepedulian terhadap Infrastruktur

Aksi swadaya warga Dusun Liunggunung menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kondisi lingkungan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Di tengah kondisi jalan yang rusak, warga memilih bergotong royong, mengumpulkan dana, menyediakan tenaga, dan melakukan penanganan secara bersama-sama.

Kendati demikian, swadaya masyarakat diharapkan tidak menjadi pengganti kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak. Gotong royong warga dan program pembangunan pemerintah justru diharapkan dapat berjalan beriringan.

Kini, dengan dukungan bantuan material dari Ida Nurlaela Wiradinata, warga dapat melakukan penanganan sementara terhadap jalan berlubang sambil menunggu realisasi perbaikan jalan secara permanen menggunakan hotmix.

Perhatian tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar persoalan jalan rusak di Dusun Liunggunung tidak berhenti pada penanganan sementara, tetapi berlanjut hingga terwujudnya infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

Sysfarras