Pasca Jembatan Pongpet Anjlok, Bupati Pangandaran Dorong Pembangunan Jembatan Permanen

PANGANDARAN, KilasNusantara.id — Insiden Jembatan Gantung Pongpet yang mengalami kerusakan saat peresmian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mendorong agar pembangunan infrastruktur penyeberangan ke depan tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga mengutamakan keselamatan masyarakat.

Citra bahkan menyatakan harapannya agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan gantung di lokasi yang membutuhkan akses penyeberangan masyarakat.

Insiden Jembatan Gantung Pongpet terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Jembatan yang berada di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengalami kerusakan setelah salah satu kabel baja atau sling dilaporkan patah ketika jembatan tengah digunakan dalam rangkaian acara peresmian.

Pada saat kejadian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami hadir memenuhi undangan Dandim 0625/Pangandaran untuk menghadiri sekaligus meresmikan jembatan tersebut.

Peristiwa itu kemudian menjadi bahan evaluasi mengenai aspek keselamatan, kapasitas, serta pengelolaan infrastruktur penyeberangan yang dibangun melalui program TNI.

Pemkab Pangandaran Belum Bisa Langsung Ambil Alih

Terkait keberadaan Jembatan Gantung Pongpet, Citra mengatakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak dapat serta-merta mengambil alih pengelolaan atau penanganan jembatan tersebut.

Menurutnya, diperlukan kejelasan terlebih dahulu mengenai status dan mekanisme pengelolaan infrastruktur karena pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI.

“Kita tidak bisa tiba-tiba mengambil alih. Harus dipastikan dulu karena itu program TNI. Kalau sudah clear, baru kita koordinasi,” ujar Citra saat ditemui di ruang kerjanya, Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa (1/9/2026).

Ia menegaskan koordinasi lintas instansi diperlukan agar langkah penanganan terhadap jembatan dapat dilakukan secara tepat, baik dari sisi kewenangan maupun aspek teknis.

Insiden Jembatan Pongpet Jadi Momentum Evaluasi

Bagi Citra, kejadian tersebut semestinya tidak berhenti pada persoalan kerusakan jembatan. Insiden Jembatan Pongpet harus menjadi momentum untuk mengevaluasi pembangunan infrastruktur penyeberangan di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Keselamatan pengguna, kata Citra, perlu menjadi pertimbangan utama sejak tahap perencanaan hingga pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur.

Karena itu, pemerintah daerah akan melihat kembali kebutuhan akses penyeberangan masyarakat serta kemungkinan pembangunan jembatan dengan konstruksi yang lebih kuat dan permanen.

Bupati Pangandaran Ingin Jembatan Permanen

Citra secara khusus menyampaikan keinginannya agar pembangunan jembatan permanen dapat menjadi salah satu alternatif solusi ke depan.

Menurutnya, ketersediaan anggaran menjadi faktor penting untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Jika memungkinkan, pemerintah daerah akan mengarahkan kebijakan anggaran untuk mendukung pembangunan jembatan permanen di lokasi yang membutuhkan.

“Ke depan, mudah-mudahan ada anggaran, kita tidak lagi membangun jembatan gantung, tetapi jembatan permanen,” tegas Citra.

Ia berharap pembangunan jembatan permanen nantinya mampu memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus menunjang mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemkab Pangandaran juga akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan perencanaan dan penganggaran infrastruktur penyeberangan dapat dilakukan secara matang.

Insiden Jembatan Pongpet pun menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar tersedianya akses. Faktor keselamatan dan kekuatan konstruksi harus menjadi prioritas utama agar fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Sysfarras