KUNINGAN, KilasNusantara.id, –Upaya menjaga keamanan di Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan kerja kepolisian. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan, perang terhadap aksi kejahatan, termasuk begal, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, sekolah dan lingkungan.
Hal itu disampaikan Irjen Rismanto saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Kuningan didampingi Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama. Menurutnya, sejumlah kasus kejahatan yang terjadi di Jawa Barat tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi berbagai faktor sosial yang harus ditangani secara bersama-sama.
“Setiap kejadian kejahatan itu tidak berdiri sendiri, pasti ada faktor-faktor pemicu yang lain,”katanya, Selasa (11/8).
Ia menyoroti keterlibatan remaja dalam sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi belakangan ini. Karena itu, kepedulian orang tua menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam perilaku kriminal.
“Beberapa peristiwa dan beberapa pelaku ini didominasi anak-anak yang masih tergolong remaja dan masih sekolah. Karena itu, kita dorong kepedulian semua pihak. Bukan hanya pemerintah yang peduli, tetapi orang tua juga harus peduli,”ujarnya.

Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan sekitar juga dinilai sangat penting. Kapolda mengajak masyarakat tidak bersikap pasif, ketika mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun aktivitas yang mencurigakan di lingkungannya.
Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan tagline baru Polda Jawa Barat yakni JAWARA. Tagline tersebut dirancang sebagai semangat bersama untuk menjaga dan merawat Jawa Barat, bukan sekadar menjadi slogan institusi kepolisian.
Ia mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, dirinya bersama tim telah melakukan penelitian untuk memetakan situasi dan kondisi keamanan di wilayah Jawa Barat. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 10 ribu responden, termasuk pemetaan di setiap kabupaten dengan karakter persoalan yang berbeda.
Dari pemetaan itu, kepolisian berupaya mengakomodasi berbagai persoalan yang dianggap meresahkan masyarakat sekaligus menangkap harapan warga terhadap masa depan Jawa Barat. Salah satunya adalah persoalan begal yang menjadi perhatian serius masyarakat.
“Harapan-harapan masyarakat bagaimana ke depan menjaga dan merawat Jawa Barat ini dengan berbagai macam keresahan yang harus kita tanggulangi. Kita akan serius menjawab harapan-harapan masyarakat,”tegasnya.
Ia menyebut, jajaran kepolisian telah melakukan sejumlah pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku begal.
Namun, upaya pemberantasan kejahatan tersebut tidak akan optimal apabila hanya dibebankan kepada polisi.
“Kita akan lawan begal bersama-sama karena keamanan menjadi tanggung jawab bersama,”katanya.
Di luar persoalan keamanan, ia juga menempatkan aspek sosial dan ekonomi sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Ia menilai keberhasilan program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan, dan menekan angka pengangguran turut berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat.
Karena itu, kepolisian juga akan mendorong berbagai program pemerintah agar dapat berjalan dengan baik, termasuk penguatan kelompok tani dan kelompok masyarakat lainnya.
Terbukanya lapangan pekerjaan baru diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan pengangguran, sekaligus mengurangi potensi munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat.
Selain kriminalitas dan persoalan sosial, Polda Jabar juga memberi perhatian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Persoalan tersebut dinilai penting, terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan dan pegunungan.



















