Penguatan Sanggar Bimbingan Al Amin sebagai Layanan Publik Kampus untuk Pendidikan Anak Migran di Malaysia

SENTUL MALAYSIA, KilasNusantara.id — Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui program Equity UNJ menyelenggarakan kegiatan Community Development bertajuk “Strengthening the Guidance Sanggar Bimbingan as a Campus Public Service: Transforming Campus Resource Management and Utilization Based on the Indonesian National Education Standards”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 26–28 April 2026 di Sanggar Bimbingan Al Amin. Sebelumnya telah dilakukan pembelajaran jarak jauh melalui MOOC dari Bulan Februari – Maret 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Karta Sasmita, Ph.D., dengan anggota tim pengabdian Retno Dwi Lestari, Dr. Adi Irvansyah, M.Pd., dan Fitri Khoiriyah Parinduri, SKM., MKM. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Sistem Informasi dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Dr. Siti Zulaikha, M.Ag., serta Pembina Sanggar Bimbingan Al Amin, Shohenuddin.

Selain itu, tiga mahasiswa yaitu Kasih Dian Anggraini, Nurul Indriyani Rohadi, dan Kamila Ramadia berperan dalam pengembangan media MOOC sebagai bagian dari tahap persiapan kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Ketua Pelaksana, Karta Sasmita, Ph.D., yang menekankan pentingnya transformasi pengelolaan sumber daya kampus dalam mendukung layanan pendidikan nonformal berbasis standar nasional.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh 32 tenaga pengajar yang terdiri dari 29 guru tidak tetap, yang merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan praktik mengajar, serta 3 guru tetap. Para guru tersebut berasal dari tiga cabang Sanggar Bimbingan Al Amin, yaitu Sentul, Segambut, dan Kelantan, Malaysia.

Sanggar Bimbingan memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan dasar bagi anak-anak migran stateless dari keluarga pekerja Indonesia di Malaysia. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran agar sesuai dengan standar pendidikan nonformal Indonesia.

Program ini merupakan puncak dari rangkaian pembelajaran jarak jauh berbasis MOOC yang telah dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026. Melalui MOOC tersebut, peserta telah menghasilkan berbagai produk pembelajaran berupa modul yang kemudian dipresentasikan dan didiskusikan secara langsung dalam kegiatan ini.

Salah satu peserta bahkan mempresentasikan modul yang telah disusun sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran, yang menunjukkan peningkatan kapasitas dalam merancang materi ajar yang sistematis dan berkelanjutan.

Selain penguatan kapasitas melalui MOOC, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan sejumlah teknologi inovasi untuk mendukung pembelajaran di Sanggar Bimbingan, seperti proyektor, HiFi portable, serta buku panduan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan berbasis Standar Nasional Pendidikan Republik Indonesia.

 

Perangkat tersebut tidak hanya diserahkan, tetapi juga disertai dengan penjelasan teknis penggunaannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas materi ajar yang signifikan. Para guru mulai mengembangkan modul pembelajaran secara mandiri sebagai upaya menjaga keberlanjutan pembelajaran, terutama mengingat adanya pergantian guru tidak tetap setiap periode. Modul tersebut menjadi instrumen penting agar proses pembelajaran tetap berjalan konsisten dan terstruktur.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan tim pengabdian sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan Tujuan 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), melalui upaya penyediaan akses pendidikan yang inklusif bagi kelompok marginal.

Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi sebagai penyedia layanan publik berbasis pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri.

(Redaksi)