Ragam  

Melalui Program Sibesti, Disdagkoperin Kota Cimahi Jual Paket Sembako di Bawah HET

KOTA CIMAHI, KilasNusantara.id — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintahan Kota (Pemkot) Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperin) menjual paket sembako dengan harga dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui program Sibesti.

Program Sibesti merupakan kegiatan rutin untuk membantu mendistribusikan beras bagi masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana  menjelaskan bahwa beras yang dijual dari program Sibesti bukan untuk masyarakat secara keseluruhan, tetapi khusus bagi masyarakat kurang mampu.

“Program Sibesti ini, di khususkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga dapat membantu mengurangi beban mereka.” ujar Ngatiyana saat wawancara. di Kelurahan Utama. Jum”at (27/02/26).

Selanjutnya, Ngatiyana berharap program tersebut bisa terus berlanjut sebagai langkah nyata Pemkot Cimahi dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ngatiyana memaparkan, harga beras  dipasaran masih stabiil tak ada kenaikan secara signifikan, Harga beras Premium sekitar Rp14.000, sekian dari Rp15.000.

“Untuk saat ini, Sibesti  hanya  menyediakan minyak dengan beras saja, semoga kedepan ada tambahan bahan pokok lainnya.” katanya.

Sementara itu, Kadisdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani menyampaikam bahwa Program Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi (Sibesti) Ini merupakan program rutin yang dilaksanakan di semua kelurahan Kota Cimahi.

“Jumlah beras yang disalurkan bergantung dari permintaan masyarakat di setiap kelurahan, bulog menyediakan, Dan yang menentukan pun dari pihak wilayah, siapa yang berhak untuk mendapatkan Sibesti ini.” tegasnya.

Meskipun bulan ini hanya beras dengan minyak 2 liter, dimana beras 5 kilo, minyak 2 liter, dengan harga  jual Rp86.400.dan masih dibawah HET.

“Untuk bulan depan kita juga belum tahu, mudah-mudahan ada ketambahan dengan terigu atau apa. tergantung daripada stok yang ada di bulog, apakah ada beras saja, tapi kalau beras masih rutin. Untuk jumlah penerima manfaat sekitar 8.000 untuk 15 kelurahan.” pungkas Hella Haerani.

(Dedi Irawan)