Kilasnusantara.id,Probolinggo – Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Timur. Tiga masjid binaan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Probolinggo berhasil meraih penghargaan pada ajang “Anugerah Masjid Award 2025” yang digelar Pengurus Wilayah DMI Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa di Islamic Center Surabaya, Jum’at (5/12/2025).
Masjid Jami’ Baitissalam di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton menjadi sorotan utama dengan meraih juara 1 kategori Masjid Jami’ se-Jawa Timur. Selanjutnya Masjid Besar Baiturrahman di Kecamatan Maron meraih juara Harapan 3 kategori Masjid Besar se-Jawa Timur dan Masjid Aminah di Kecamatan Banyuanyar berhasil meraih juara Harapan 1 kategori Masjid Kampung/Perumahan se-Jawa Timur.
Ajang Masjid Award 2025 ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW DMI Jawa Timur H. Sudjak serta Kepala Kanwil Kemenag Jatim H. Akhmad Sruji Bahtiar. Penilaian meliputi tiga aspek utama meliputi idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran ibadah dan aktivitas jamaah) dan ri’ayah (pemeliharaan sarana prasarana).
Ketua Kanwil Kemenag Jatim H. Akhmad Sruji Bahtiar bersama pemenang juara 1 ajang Masjid Award Jatim 2025 Masjid Jami’ Baitissalam Paiton.
Ketua PD DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan menyampaikan kebanggaannya atas capaian tiga masjid tersebut. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan masjid yang konsisten dan komprehensif.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Tiga masjid dari Kabupaten Probolinggo mampu tampil sebagai juara di berbagai kategori. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain dalam meningkatkan idaroh, imaroh dan riayah,” ujarnya.
Masjid Jami’ Baitisssalam menorehkan perjalanan panjang sebelum meraih predikat terbaik. Pada tahun 2000 hingga 2003, masjid ini hanya masuk nominasi. Tahun 2024 meningkat menjadi juara 3. “Setelah melakukan pembenahan menyeluruh pada 2025, barulah masjid ini berhasil meraih Juara 1,” lanjutnya.
Menurut Barzan, salah satu keunggulan Masjid Jami’ Baitisssalam adalah program pemberdayaan ekonomi jamaah bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Probolinggo. “Jamaah pelaku usaha kecil mendapat pinjaman lunak Rp 1 juta dengan mekanisme infak subuh Rp 2.000 per hari selama setahun. Selain pinjaman, Baznas juga menyediakan bantuan rombong usaha bagi jamaah aktif,” terangnya.
Masjid Besar Baiturrahman Maron meraih juara harapan 3 Masjid Award Jatim 2025.
Barzan menerangkan Masjid Jami’ Baitisssalam juga memiliki unit kifayah yang menyediakan seluruh kebutuhan pemulasaraan jenazah secara gratis mulai kain kafan, nisan, papan penyangga hingga lampu penerangan. Selain itu tersedia ambulans gratis (cukup mengganti bensin dan ongkos sopir).
“Kegiatan sosial rutin lainnya yaitu santunan anak yatim setiap Muharram, santunan fakir miskin saat Ramadan serta penyaluran zakat fitrah kepada sekitar 500 penerima,” jelasnya.
Masjid ini juga memiliki website resmi, media sosial, ruang ber-AC 24 jam dan menyediakan kopi serta teh gratis setiap pagi dan sore untuk menjaga kenyamanan jamaah. “Di bidang pendidikan, Masjid Jami’ Baitisssalam menaungi TPQ, Madrasah Diniyah, RA, PAUD dan MI Al-Islamiyah yang berada di kompleks sekitar masjid,” tambahnya.
Inovasi lain adalah Takur Ruba (Tabungan Kurban Baitisssalam) yang memfasilitasi jamaah menabung untuk membeli hewan kurban. Harga patokan untuk kambing Rp 2.700.000 dan sapi Rp17.500.000. Tabungan dapat dicicil satu hingga empat tahun.
Ketua PD DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan bersama para pemenang Masjid Award Jatim 2025.
“Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik peningkatan kualitas masjid di seluruh Kabupaten Probolinggo. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat peradaban. Karena itu tiga aspek idaroh, imaroh dan ri’ayah harus berjalan seimbang. Prestasi ini bukti kerja keras para pengurus dan jamaah,” pungkasnya


















