Ragam  

Pemkot Cimahi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Pertanian 2023 Untuk Ciptakan Kemandirian Ketahanan Pangan

CIMAHI, Kilas Nusantara — Pemerintahan Kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi telah melakukan berbagai program untuk menciptakan kemandirian Ketahanan pangan di Kota Cimahi

Pada tahun 2021, Dispangtan Kota Cimahi menggalakan Urban farming, yaitu konsep pengolahan lahan dari pertanian konvensional ke pertanian perkotaan dengan prinsip memanfaatkan lahan sempit dengan berbagai bentuk seperti kebun komunitas, halaman rumah, berkebun di atap atau balkon rumah, maupun lahan kosong untuk membantu ketahanan pangan.

Mengantisipasi terbatasnya lahan di Kota Cimahi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tak bisa dilakukan hanya mengandalkan produksi para pemilik lahan pertanian, namun perlu dilakukan teroboasan lain, yang berkaitan dengan teknologi.

Karena keterbatasan lahan, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan pekarangan untuk bercocok tanam.

Urban farming akan ada sentuhan teknologi sehingga pertanian tak hanya dilakukan dihalaman yang luas saja tetapi bisa dilakukan dalam polibek atau pertanian bertingkat.

Pemkot Cimahi akan coba mendorong warga menerapkan “urban farming” untuk memaksimalkan lahan pertanian yang ada, sehingga baik lahan lahan di pemukiman, atau lahan pemkot bisa diberdayakan, selain itu kesediaan lahan juga bisa diselesaikan dengan cara kerja sama dengan wilayah terdekat.

Di tahun 2021, kebutuhan beras di Kota Cimahi sebanyak 170 ribu ton dalam setahun, jika hanya mengandalkan hasil produksi petani Cimahi hanya mampu mensuplai 4 persen saja dari kebutuhan yang ada, untuk memenuhi kebutuhan yang ada maka penyediaannya dilakukan melalui suplai dari daerah sekitar Cimahi.

Selanjutnya, di tahun 2022, Pemerintahan Kota Cimahi melalui Dispangtan Kota Cimahimengajak masyarakat untuk menciptakan kemandirian pangan diantaranya dengan menanam sejumlah komoditas pangan di pekarangan rumah.

Ketahanan pangan mulai dari tingkat terendah seperti rumah tangga, RT, RW, kelurahan sehingga nantinya kemandirian pangan di Kota Cimahi akan terbentuk.

Di tahun 2022 ini, untuk memberikan stimulus itu, Pemkot Cimahi menyebarkan 4.900 batang bibit cabai kepada masyarakat di 9 kelurahan di Kota Cimahi. Bibit cabai itu dibagikan kepada 54 Kepala Keluarga (KK) di setiap kelurahannya.

Ketahanan pangan keluarga sangat penting. Apalagi dalam menghadapi ancaman resesi, selain itu, pangan seperti cabai yang ditanam artinya masyarakat akam berperan dalam menjaga inflasi daerah.

Sebab, cabai merupakan salah satu penyebab yang membuat inflasi tinggi serta cabai salah satu komoditas paling memicu harga dan inflasi.

Untuk di tahun 2023, Guna memotret perubahan struktur pertanian Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, menyediakan kerangka sampel bagi survei-survei yang akan dilaksanakan di antara dua sensus untuk mengumpulkan statistik pertanian yang lebih rinci, serta untuk menyediakan data yang digunakan sebagai benchmark dan rekonsiliasi statistik pertanian yang ada, Badan Pusat Statistik Kota Cimahi menyelenggarakan Sensus Pertanian 2023 di Kota Cimahi.

Sensus pertanian merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran 3 sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan rekomendasi FAO. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Cimahi pada 1 Juni- 31Juli 2023.
Sensus Pertanian telah dilakukan oleh BPS sejak tahun 1963.

Sensus Pertanian 2023 merupakan sensus ke-7 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik dan dirancang agar hasil yang diperoleh berstandar Internasional dengan mengacu kepada program Food and Agriculture Organization (FAO) yang dikenal dengan WCA (World Programme for the Census of Agriculture). Tujuannya adalah untuk menghasilkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat berupa basis data petani by name by adress, struktur demokrasi petani, lahan pertanian menurut penggunaan, produksi komunitas pertanian, serta adopsi legalisasi pertanian modern dan penggunaan teknologi informasi.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki data pertanian yang ada, selain itu, Sensus Pertanian 2023 harus dapat menjawab kebutuhan data baik di level nasional maupun level global sehingga data yang akan dihasilkan dapat dijadikan dasar kebijakan bagi pemerintah pusat maupun daerah di bidang pertanian.

Pj. Wali Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan mengungkapkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang dapat memberikan kontribusi pada perekonomian lokal dan nasional, sejalan dengan fenomena masih terbukanya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, tingginya sumbangan devisa yang dihasilkan dari industri agribisnis maupun penghasil bahan baku bagi industri hilir yang mengolah hasil pertanian.

“Oleh karenanya, diperlukan data sektor pertanian yang akurat dan update yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan bagi pemerintah pusat dan daerah,” tutur Dikdik menjelaskan.

Dikdik S. Nugrahawan menyebut kegiatan Sensus Pertanian 2023 sesuai dengan tema pembangunan Kota Cimahi tahun 2023, yaitu penguatan stabilitas sosial, daya saing ekonomi dan sumber daya manusia yang didukung dengan penguatan reformasi birokrasi, sensus pertanian sebagai bagian dari upaya Kota Cimahi untuk bangkit pasca pandemi. Ia berharap pertanian dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan daya saing ekonomi melalui peningkatan pola pangan harapan Kota Cimahi.

Mengingat pentingnya Sensus Pertanian 2023 untuk database di bidang Pertanian, Dikdik mengajak seluruh peserta kegiatan dan warga Kota Cimahi, untuk bersama-sama mensukseskan Sensus Pertanian Tahun 2023 di Kota Cimahi menuju kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan Kota Cimahi Cerdas tahun 2025. Ia meminta perhatian para Camat secara berjenjang melalui Lurah, agar menginstruksikan kepada ketua RW dan ketua RT di wilayahnya untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Pertanian 2023.

“Hayu urang ngahiji rempeg sarerea ngawangun Kota Cimahi sangkan jadi nu kahiji, silih asih, silih asah, silih asuh ngawujudkeun katahanan pangan Kota Cimahi,” pungkasnya.