ROKAN HULU – RIAU, Mulpulau.KilasNusantara.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian, 15 April 2026 – Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan pengajian rutin. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pidana.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian melaksanakan kegiatan pengajian rutin sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan ini menghadirkan ustadz dari luar sebagai pembimbing.
Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, mengatakan pengajian digelar setiap dan diikuti oleh warga binaan. “Kami mendatangkan ustadz untuk membimbing langsung. Materinya mulai dari Iqra, tahsin, hingga tajwid bagi yang sudah lancar,” jelasnya
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tingkat kemampuan. Bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an, pembinaan dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah. Sementara yang sudah lancar dibimbing memperbaiki makhraj dan tajwid agar bacaan lebih fasih.
Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, pengajian rutin ini juga diisi tausiyah dan motivasi keagamaan. Tujuannya agar warga binaan memiliki bekal spiritual saat kembali ke masyarakat nanti.
Pengajian tersebut diperuntukkan bagi warga binaan yang sedang belajar membaca Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, ustadz memberikan bimbingan secara bertahap dengan metode yang mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Kegiatan berlangsung dengan tertib. Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari proses pembinaan.
Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Ega Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan.
“Melalui kegiatan pengajian rutin ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ega Saputra juga menambahkan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu hak warga binaan yang wajib dipenuhi. “Ini bagian dari pemasyarakatan. Kami ingin mereka keluar dari sini dengan ilmu dan akhlak yang lebih baik,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
(HumasLP/Mulpulau)
Mul.KilasNusantara.id


















