Daerah  

Baru Selesai dan Diresmikan, Gedung Puskesmas Air Bintunan Bengkulu Utara Diduga RetakParahdi SegalaArahRekam Jejak Kontraktor Sama di Proyek Lain Disorot,

BENGKULU UTARA, KilasNusantara.id – Mega proyek rehabilitasi Puskesmas Air Bintunan di Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu,sontak menyita perhatian publik,Padahal fasilitas kesehatan ini baru rampung dikerjakan pada 12 Desember 2025 lalu dan resmi diresmikan pada 29 Januari 2026 dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, namun kondisinya saat ini dinilai sangat memprihatinkan karena sudah mengalami keretakan yang cukup serius.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Utara,Tahun Anggaran 2025 dengan pagu anggaran yang cukup besar,mencapai,Rp, 7.002.436.027,06.Pihak kontraktor pelaksana yang memenangkan tender pekerjaan ini adalah CV.Bangun Mega Utama.

 

Berdasarkan,pantauan langsung Tim awak media di lokasi pada Rabu (4/3/2026),memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan, diduga Retakan tidak hanya terjadi di satu titik,namun terlihat hampir di setiap sudut bangunan.Mulai dari dinding depan kiri dan kanan, bagian belakang,pagar pembatas, hingga sejumlah tiang kolom struktur utama pun terpantau mengalami keretakan yang serupa.Kondisi ini juga menjalar hingga ke ruangan-ruangan di lantai atas, bahkan terlihat jelas di ruangan Kapus (Kepala Puskesmas).

 

Kepala Puskesmas (Kapus) Air Bintunan membenarkan fakta yang ada saat dikonfirmasi awak media tepat di ruang kerjanya,”Memang betul sudah ada retakan,baik di bagian bawah maupun di lantai dua,termasuk di ruangan saya ini.Bapak bisa lihat sendiri kondisinya.Apa penyebabnya kami kurang memahami secara teknis, karena tugas kami hanya menerima kunci dan memanfaatkannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkap Kapus.

 

Pihaknya mengaku sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara.”Pihak dinas sudah mengetahui laporan kami, namun hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai langkah tindak lanjutnya.Kami bersyukur ada gedung baru ini agar pelayanan lebih maksimal, namun terkait kondisi fisik ini kami posisinya hanya sebagai penerima manfaat,”tambahnya.

 

Ironisnya,nilai anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan seharusnya menjamin kualitas bangunan yang kokoh dan aman.Mengingat ini adalah fasilitas pelayanan kesehatan,aspek kenyamanan dan keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama yang tidak bisa dianggap remeh.

 

Rekam Jejak Kontraktor Dipertanyakan,Kasus ini mengingatkan kembali pada proyek serupa di Puskesmas Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP),yang diduga juga dikerjakan oleh kontraktor yang sama dengan pagu anggaran mencapai sekitar 6,3 miliar rupiah.

 

Publik pun mulai mempertanyakan rekam jejak perusahaan tersebut. Pasalnya,CV.Bangun Mega Utama ini dinilai bukan wajah baru di lingkup proyek kesehatan daerah, Informasi yang beredar menyebutkan kontraktor ini diduga hampir setiap tahun mendapatkan proyek pembangunan gedung puskesmas bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Bengkulu Utara, Bahkan,tercatat sejumlah proyek puskesmas di kecamatan lain yang dikerjakan kontraktor yang sama juga dikabarkan mengalami nasib serupa.

 

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti akar penyebab keretakan yang terjadi,Namun menurut standar teknis konstruksi, faktor pemicunya bisa bermacam-macam,mulai dari kesalahan desain struktur,penggunaan material berkualitas rendah, kesalahan saat pencampuran bahan bangunan pergerakan tanah,hingga proses pengeringan yang tidak standar,Keretakan ini bisa bersifat sekadar pada lapisan plesteran (non-struktural) atau yang paling dikhawatirkan adalah pada struktur penahan beban (struktural) yang membahayakan keselamatan.

 

Saat dikonfirmasi Tim awak media melalui pesan WhatsApp,Penjabat (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara,hanya merespons singkat dengan mengarahkan pertanyaan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dengan jawaban,”Titik”.

 

Ketika awak media kembali mempertanyakan status proyek apakah masih dalam masa pemeliharaan atau sudah serah terima penuh,PLT Kepala Dinas tidak memberikan jawaban lebih lanjut.

 

Hingga berita ini diterbitkan,pihak kontraktor pelaksana maupun PPTK terkait belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan resmi.Tim awak media menegaskan bahwa konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus diupayakan guna menyajikan pemberitaan yang lengkap,akurat, dan berimbang.

 

Pewarta : Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,

Penulis: Tim red Editor: Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,