Kabupaten Lebong, KilasNusantara.id – Bencana alam banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, tepatnya pada Minggu sore, 5 April 2026. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur kawasan hulu Sungai Nge’ai di Desa Semelako, Kecamatan Lebong Tengah, menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap membawa material lumpur serta bebatuan.
Luapan air sungai tersebut tidak hanya merendam permukiman warga umum, tetapi juga masuk hingga ke halaman dan bagian dalam kediaman Bupati Lebong yang berlokasi di Desa Karang Anyar. Kondisi ini memaksa penghuni rumah untuk segera menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi demi mengantisipasi air yang terus naik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,banjir datang secara tiba-tiba sehingga membuat warga kaget dan harus sigap melakukan evakuasi. Arus air yang deras disertai material longsor dari hulu sempat menghambat akses jalan dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong bersama instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta membantu warga yang terdampak.
Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat luasnya wilayah yang tergenang dan derasnya arus yang membawa material.
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana, untuk tetap waspada. Mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan, dikhawatirkan bisa terjadi banjir susulan atau tanah longsor di waktu mendatang.
Pewarta : Red Kaperwil Provinsi Bengkulu,


















