KUTACANE, KilasNusantara.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN), Simpang Empat, yang berada di Desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) kini menuai banyak sorotan dimata publik.
Jupri Yadi R, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tipikor Aceh Tenggara, kini mulai angkat bicara, ia menjelaskan pada media , pada Senin (16/2/2026), disalah satu warung kopi di Kecamatan Babussalam.
Dengan tegas Jupri meminta pada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Polres Aceh Tenggara, untuk secepatnya melakukan penyelidikan terhadap Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), yang dikucurkan pemerintah pada sekolah setempat.
Lebih lanjut lagi, hal ini mulai mencuat setelah Bupati Aceh Tenggara, melakukan rotasi jabatan dikalangan pendidikan diruang lingkup pemerintah Kabupaten setempat.
Beberapa dewan guru saat kami melakukan pemantaun ke sekolah SDN Simpang Empat, menyebutkan bahwa terkait penggelolaan Dana BOS yang kami tanyak diperuntukan untuk apa saja sejak tahun 2024 hingga tahun 2025, terkesan para dewan guru bungkam dan memilih buat diam, malah di suruh untuk kami lakukan konfirmasi langsung pada kepsek saat itu, yaitu (Jaballudin Sucipto), artinya dari percakapan kami dengan dewan guru, terkesan dewan guru merasa segan dan kelihatan takut buat berkata, jelas Jupri Yadi.
Dari pantauan kami, terlihat jelas bahwa peningkatan mutu sekolah terlihat nihil, bahkan WC siswa terlihat tak bisa digunakan, hingga para siswa harus keluar dari komplek sekolah dulu jika mau buang air besar.
Selain itu, banyak juga terlihat kursi dan meja dibiarkan rusak tanpa diperbaiki, sehingga tidak bisa dipungsikan. Dalam hal ini, besar dugaan kami jika penggelolaan Dana BOS di sekolah SDN Simpang Empat tidak sesuai dengan Juknisnya, dipertegas lagi oleh Jupri.
Tempat terpisah, salah satu warga setempat yang meminta untuk tidak disebutkan jati dirinya dimedia ini, kian menjelaskan, langkah yang tepat Kepala Sekolah ini diganti, kalau tidak kami yakin sekolah ini bakalan menurun drastis, dulu Kepala Sekolah (Jaballudin Sucipto), sering tidak datang, bahkan datang sebentar terus pergi lagi, hingga jam sekolah berakhir dia gak datang lagi, terkadang kesibukannya melebih pejabat negara, ungkapnya.
Mohon pada rekan media, kalian chek dulu kesekolah lagi, masih ada gak TV sekolah disana, masih ada gak lemari sekolah seperti dahulu lagi, saat ini menjadi bisik-bisik warga disini tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, mantan kepala sekolah SDN Simpang Empat, (Jaballudin Sucipto), belum bisa dilakukan konfirmasi melalui via whatshap.
(Ris/AD)


















