DESA CIWALEN GELAR UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL, KEPALA DESA DADANG SUTISNA LUNCURKAN PROGRAM “SAPOE SAREBU” SESUAI HIMBAUAN KDM

KABUPATEN CIANJUR –Kilasnusantara.id
‎Pemerintah Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, menggelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Kesadaran Nasional pada hari Jumat, 17 Oktober 2025. Momen ini juga dijadikan acara peluncuran resmi program “Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” di tingkat desa, sesuai dengan himbauan yang digalakkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

‎Upacara yang berlangsung khidmat di halaman kantor desa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ciwalen, Dadang Sutisna. Dalam amanatnya, Dadang Sutisna menyampaikan bahwa Hari Kesadaran Nasional adalah momen penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, dan pelayanan publik yang prima di kalangan aparatur desa maupun masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Dadang Sutisna juga secara resmi meluncurkan program “Sapoe Sarebu” di tingkat desa. Program ini merupakan gerakan sukarela yang mengajak masyarakat untuk menyisihkan uang seribu rupiah setiap hari. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu warga yang kurang mampu, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

‎”Kami merespons positif himbauan Bapak Gubernur Dedi Mulyadi. Gerakan ‘Sapoe Sarebu’ ini bukan kewajiban, melainkan sebuah ajakan solidaritas untuk meringankan beban sesama,” ujar Dadang Sutisna, seperti yang juga ditekankan oleh KDM sebelumnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa Dadang Sutisna menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan oleh tim yang telah dibentuk oleh pemerintah desa. Ia menegaskan, “Program ini murni dari dan untuk rakyat. Kami akan pastikan setiap rupiah yang terkumpul bisa tepat sasaran untuk membantu warga yang membutuhkan.”
Peluncuran program ini mendapat sambutan baik dari warga yang turut hadir dalam upacara.

Mereka mengapresiasi langkah pemerintah desa dalam merealisasikan himbauan dari Gubernur Jawa Barat untuk meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Diharapkan, gerakan ini bisa menjadi budaya gotong royong yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Desa Ciwalen.
Pungkas”(Aseh)